Daerah

Sungai Mahakam Dangkal, Pemprov Kaltim Kirim 8 Truk Logistik Darurat ke Mahakam Ulu

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Dampak cuaca ekstrem memicu krisis pangan serius di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu. Pendangkalan parah di Sungai Mahakam—yang selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik—membuat kapal pengangkut sembako sama sekali tidak dapat melintas.
Akibatnya, pasokan barang terputus. Kapal pembawa logistik pangan yang seharusnya bisa mencapai Ibu Kota Mahakam Ulu di Long Bagun, kini tertahan dan hanya mampu bersandar hingga kawasan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat.
Untuk membawa sembako ke wilayah hulu, warga dan pedagang terpaksa melansir muatan menggunakan perahu motor (long boat) dengan biaya angkut yang sangat tinggi. Kondisi ini memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang tidak masuk akal.
Di wilayah terdampak ekstrem, satu sak beras ukuran 25 kilogram bahkan menyentuh harga fantastis, berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta rupiah.
Menyikapi situasi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat. Tepat pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026), Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melepas delapan truk logistik bermuatan cadangan pangan dan komoditas Operasi Pasar Murah untuk menembus wilayah pedalaman yang terisolasi.
Truk-truk tersebut dikerahkan untuk membawa ratusan sak beras, minyak goreng, gula pasir, hingga ratusan tabung gas Elpiji 3 kilogram langsung ke titik-titik krisis masyarakat.
“Insya Allah tanggal 22–27 (Agustus), jika hujan belum turun juga, kami akan melaksanakan rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Supaya hujan bisa segera turun di wilayah Kalimantan Timur, khususnya untuk di Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan juga Kutai Kartanegara,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud saat melepas armada logistik.
Agar iring-iringan truk mampu melewati keterbatasan jalur darat terjal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui UPTD wilayah setempat diinstruksikan melakukan pengawalan melekat sekaligus menyiagakan alat untuk membuka akses jalan darat yang tersumbat.
Langkah taktis Pemprov Kaltim mendapat apresiasi dari parlemen Karang Paci. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan bahwa bantuan logistik ini sangat krusial bagi warga Mahakam Ulu, terutama dua kecamatan yang posisinya paling hulu dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Kita berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu masyarakat Mahakam Ulu, khususnya di Long Apari. Kondisinya memang mengkhawatirkan karena transportasi utama biasanya lewat sungai, dan sekarang mendangkal parah. Jangankan kapal barang, kapal penumpang saja terhenti sampai Melak. Sementara kapal barang hanya sampai Long Iram dan tidak bisa meneruskan perjalanan ke Ulu Mahakam,” ungkap Ekti Imanuel.
Di sisi lain, Perum Bulog memastikan pasokan pangan murah terus dikirim ke wilayah terdampak. Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Samarinda, Edi Yanuar, menyebutkan sinergi bersama Pemkab Mahakam Ulu terus berjalan intensif melalui skema Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Sepanjang bulan Agustus ini saja, kami sudah menerima dan memenuhi tiga kali permintaan pelaksanaan GPM dari Kabupaten Mahakam Ulu, menyasar langsung Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Sekali kirim, kami pasok kurang lebih sekitar 2 hingga 3 ton komoditas pangan murah,” jelas Edi Yanuar.
Untuk mengantisipasi risiko bencana serupa dan memutus ketergantungan distribusi musiman di masa depan, Perum Bulog kini tengah menyusun rencana strategis untuk membangun gudang logistik baru langsung di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu.
Keberadaan gudang ini diharapkan menjadi solusi permanen sebagai benteng pertahanan cadangan pangan daerah jika sewaktu-waktu terjadi hambatan jalur distribusi alamiah. Red

Bagikan

Related Posts