Kriminal

Kisah Pilu di Balik Video Enam Detik, Jerit Tangis Sang Istri Saat Driver Ojol Samarinda Dikeroyok OTK

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Rekaman video amatir berdurasi singkat, hanya enam detik, mendadak viral dan memicu empati mendalam dari warganet di media sosial.
Video tersebut merekam aksi kekerasan jalanan yang memilukan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur [12/7].
Di atas sepeda motornya, seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Satya (31) tampak dikepung dan dianiaya secara brutal oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Namun, yang membuat hati siapa pun yang melihatnya teriris bukanlah sekadar hantaman fisik, melainkan suara jeritan histeris seorang wanita di latar belakang video.
Wanita tersebut adalah istri korban, yang terpaksa menyaksikan langsung sang suami dianiaya di depan mata kepala sendiri dan anak mereka yang masih kecil.
Suasana sore yang tenang di akhir pekan seketika berubah mencekam. Banyaknya jumlah pelaku di lokasi kejadian membuat warga sekitar dan pengguna jalan lain yang melintas tak kuasa untuk melerai.
Berdasarkan informasi awal pihak kepolisian, petaka ini diduga kuat dipicu oleh masalah sepele di jalan raya, kelompok pelaku tidak terima karena ditegur oleh korban.
Teguran yang dilayangkan Satya sebenarnya demi keselamatan keluarganya sendiri, namun justru berujung pada aksi pengeroyokan membabi buta.
Kini, selain luka fisik yang diderita korban, trauma mendalam dipastikan membekas pada ingatan sang anak dan istri yang ikut terjebak dalam situasi mencekam tersebut.
Kasus kekerasan jalanan yang menyasar pekerja lapangan ini langsung mendapat atensi serius dari aparat penegak hukum. Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban dan kini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif.
“Semua bentuk alat bukti yang disampaikan masyarakat tentu kita dalami, termasuk pun rekaman CCTV. Kita masih analisa rekaman-rekaman tersebut, termasuk informasi yang kita dapatkan,” ujar AKP Asriadi.
Saat ini, tim penyidik tengah berfokus menganalisa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi identitas asli para pelaku.
Terkait kabar burung yang beredar bahwa komplotan pelaku telah melarikan diri ke kawasan Loa Janan, Kutai Kartanegara, polisi memastikan akan menelusuri setiap petunjuk yang ada.
Hingga Selasa sore, polisi belum mengamankan satu pun tersangka dan mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor ke Mapolsek Samarinda Ulu agar peradilan berjalan cepat. Red

Bagikan

Related Posts