Hiburan

Saat Kisah “Jangan Buang Ibu” Menyentuh Hati Anak Yatim dan Ibu-Ibu Pengajian

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Suasana syahdu dan penuh emosi menyelimuti Studio XXI Big Mall Samarinda pada Selasa (7/7/2026) siang. Isak tangis haru sesekali terdengar di tengah kegelapan studio saat puluhan penonton menyaksikan setiap adegan dalam film nasional terbaru, Jangan Buang Ibu.
Acara nonton bareng (nobar) yang diinisiasi oleh Lions Club Jaksel Metteyya Mahardika ini menghadirkan momen kebersamaan yang hangat. Mereka menggandeng anak-anak yatim piatu, ibu-ibu pengajian, serta rekan media untuk menyelami pesan mendalam dari film yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.
Film yang dibintangi oleh deretan aktor papan atas seperti Nirina Zubir, Refal Hady, dan Amanda Manopo ini sukses menguras air mata penonton.
Fokus cerita tertuju pada perjuangan hebat Ristiana (diperankan oleh Nirina Zubir), seorang ibu tunggal yang tangguh.
Setelah sang suami wafat, Ristiana mendedikasikan seluruh hidup dan energinya demi membesarkan ketiga anaknya hingga meraih kesuksesan.
Namun, roda kehidupan berputar menyakitkan di masa senjanya. Bukannya mendapat curahan kasih sayang dari anak-anak yang telah sukses, Ristiana justru diabaikan dan dititipkan ke panti jompo.
Penonton yang bersedih , Foto : Suri
Alur cerita yang begitu dekat dengan realitas kehidupan ini tak pelak membuat mata para penonton berkaca-kaca, bahkan meneteskan air mata haru.
Fithresia Marcelina, perwakilan CSR Lions Club, mengungkapkan bahwa pemilihan film ini bukan tanpa alasan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk refleksi diri bagi semua yang hadir.
“Nonton bareng film Jangan Buang Ibu bersama anak-anak yatim piatu, ibu-ibu pengajian, dan juga media ini merupakan upaya kami untuk mengingatkan kembali begitu besar peran ibu terhadap anak-anaknya,” ujar Fithresia di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Fithresia juga menitipkan pesan penyemangat bagi anak-anak panti asuhan yang hadir agar tidak berkecil hati dengan takdir mereka.
“Melalui film ini, kami juga mengingatkan kepada adik-adik yang berada di panti asuhan untuk tidak bersedih karena tidak memiliki ayah maupun ibu. Kami ingin menyampaikan bahwa orang tua mereka adalah orang-orang hebat yang mungkin saja saat ini sedang berjuang untuk kehidupan mereka,” tambahnya dengan tulus.
Pesan emosional dari film ini pun diamini oleh Lilik Widyanti, Ketua Yayasan Yatim Piatu Darul Falah. Menurutnya, karya layar lebar ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat nyata bagi generasi muda untuk selalu tahu cara berterima kasih.
“Film ini menunjukkan kepada kita bahwa kita harus senantiasa mengingat orang tua kita, khususnya ibu yang telah berjuang membimbing kita anak-anaknya hingga besar saat ini. Apa yang kita kejar di dunia tidak akan ada habisnya, namun ada seorang ibu yang selalu menantikan kehadiran kita setiap hari, karena mereka tidak pernah berhenti mendoakan agar anak-anaknya sukses,” tutur Lilik penuh haru.
Melalui agenda nobar ini, Lions Club Jaksel Metteyya Mahardika berharap esensi moral film dapat melekat erat di hati masyarakat.
Sebuah tamparan realitas yang mengingatkan bahwa sejauh apa pun kaki melangkah dan sesukses apa pun materi yang digenggam, pelukan ikhlas seorang ibu adalah tempat pulang terbaik yang tidak boleh ditukar dengan apa pun. Red

Bagikan

Related Posts