Jakarta, Solidaritas- Suasana hangat dan bersahabat menyelimuti Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (6/7) kemarin.
Presiden RI Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dalam agenda Leaders’ Retreat Indonesia–Singapura. Bukan sekadar pertemuan formal antar-kepala negara, momen ini terasa seperti obrolan mendalam antara dua sahabat lama yang siap melangkah bersama demi masa depan kawasan.
Pertemuan yang berlangsung intensif tersebut berjalan sangat produktif dan berorientasi ke depan. Menariknya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa diskusi mereka dilakukan secara terbuka dan “dari hati ke hati”.
Sebagai dua negara tetangga dekat, kesalahpahaman tentu bisa saja terjadi, namun keduanya sepakat untuk menyelesaikannya lewat komunikasi yang santai layaknya sahabat.
“Kita sepakat bahwa kalau ada salah paham, kalau ada salah persepsi kita akan selesaikan sebagai sahabat dengan terbuka,” tutur Presiden Prabowo dengan nada optimis.
Di balik senyum hangat kedua pemimpin, ada kesepakatan besar yang dibawa pulang. Selain memperkuat sektor pertahanan dan ekonomi digital, ada dua hal dekat dengan keseharian masyarakat yang menjadi sorotan seperti ekspor listrik dan Ketahanan Pangan.
Pemerintah RI secara resmi telah menunjuk BPI Danantara untuk mengurus perdagangan listrik lintas batas ke Singapura. Begitu juga dengan program ketahanan pangan karena kedua negara berkomitmen memperlancar rantai pasok makanan, memastikan apa yang ada di piring masyarakat kedua negara tetap aman dan terjaga.
Bagi Presiden Prabowo, hubungan diplomatik yang keren tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya ikatan emosional di antara rakyatnya. Itulah mengapa Leaders’ Retreat kali ini juga menitikberatkan pada penguatan sektor pariwisata, pendidikan, dan kolaborasi antargenerasi muda.
Kepercayaan yang kokoh bukan hanya milik pemerintah, melainkan jembatan persahabatan yang dibangun oleh masyarakat Indonesia dan Singapura yang saling berkunjung, belajar, dan tumbuh bersama. Pertemuan hari itu ditutup dengan keyakinan baru bahwa di tengah tantangan global yang makin dinamis, dua tetangga ini akan tetap kokoh saling merangkul. Red









