Solidaritas,Samarinda– Keberhasilan pembangunan Teras Samarinda Tahap II dinilai tidak hanya bergantung pada rampungnya pekerjaan fisik, tetapi juga pada kesiapan sistem pengelolaan kawasan setelah dibuka untuk masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa kawasan tepian Sungai Mahakam tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata perkotaan yang mampu menjadi wajah baru Kota Samarinda. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa tata kelola yang baik, fasilitas yang telah dibangun berisiko tidak memberikan manfaat maksimal dalam jangka panjang.
“Yang perlu dipikirkan bukan hanya membangun, tetapi bagaimana mengelolanya setelah beroperasi. Jangan sampai fasilitas yang bagus justru cepat rusak karena tidak ada sistem pengelolaan yang jelas,” ucapnya pada (29/5/2026).
Menurut Rohim, Teras Samarinda Tahap II yang membentang dari kawasan depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur hingga Dermaga Mahakam Ilir akan menjadi salah satu ruang publik terbesar di pusat kota.
“Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan konsep pengelolaan yang berkelanjutan sejak awal agar kawasan tersebut tetap terjaga kualitasnya,”ucapnya.
Ia menilai aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan pengunjung, hingga penataan pedagang harus menjadi perhatian utama. Dengan investasi anggaran yang tidak sedikit, kawasan tersebut diharapkan mampu mempertahankan kualitasnya dan tidak mengalami penurunan fungsi hanya beberapa tahun setelah diresmikan.
“Kita ingin kawasan ini tetap terawat dalam jangka panjang harus ada standar kebersihan, keamanan, dan pemeliharaan yang konsisten,” katanya.
Selain itu, Rohim menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menjaga keberlangsungan kawasan. Kehadiran UMKM dinilai dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan menambah daya tarik kawasan, asalkan dikelola dengan baik dan tidak mengganggu fungsi utama ruang publik.
“UMKM harus diberi ruang, tetapi tetap harus tertata. Jangan sampai kawasan yang seharusnya nyaman untuk masyarakat malah menjadi semrawut,” tegasnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu juga mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan regulasi yang mengatur penggunaan fasilitas publik di kawasan Teras Samarinda.
“Aturan tersebut dinilai penting untuk menjaga ketertiban, mengatur aktivitas masyarakat, serta mencegah kerusakan fasilitas akibat penggunaan yang tidak sesuai,”ungkapnya.
Rohim menilai banyak fasilitas publik di berbagai daerah yang awalnya menjadi kebanggaan masyarakat, namun perlahan kehilangan daya tarik karena lemahnya pengawasan dan pemeliharaan.
“Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan saat membangun, tetapi saat merawat dan mengelola fasilitas yang sudah ada,” ungkapnya.
Ia berharap Teras Samarinda Tahap II dapat menjadi contoh ruang publik modern yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kita ingin Teras Samarinda menjadi ikon kota yang benar-benar hidup. Bukan hanya bagus saat diresmikan, tetapi tetap ramai, nyaman, dan bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.(adv)









