Kab. Kutai Kartanegara

Dari Kandang Ayam ke Hamparan Harapan, Kisah Inspiratif Pak Bachtiar Menekuni Pertanian

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Di sela kesibukannya sebagai seorang guru, Bachtiar memilih jalan sunyi yang tak banyak dijalani orang. Tangannya yang biasa menggenggam buku dan kapur tulis, kini akrab dengan tanah, lumpur, dan aroma daun bawang yang tumbuh subur di kebunnya.
Langkah berani ini berbuah manis. Lahan pertanian yang dulunya merupakan area bekas kandang ayam kini telah menjelma menjadi hamparan hijau penuh harapan. Tidak tanggung-tanggung, dedikasi dan kerja kerasnya berhasil menghasilkan panen raya bawang pre hingga mencapai 2,5 ton.
Perjalanan Bachtiar tidak instan. Memanfaatkan sisa lahan bekas kandang ayam yang sudah tidak terpakai, ia melihat potensi tersembunyi di balik tanah yang sempat terbengkalai tersebut. Unsur organik dari bekas peternakan justru dimanfaatkannya secara cerdas sebagai modal utama kesuburan tanah.
Setiap hari, sepulang dari sekolah tempatnya mengajar, Bachtiar langsung berganti pakaian dan bergegas ke ladang. Ketekunannya merawat setiap bibit bawang pre di tengah keterbatasan waktu membuktikan bahwa profesi guru dan petani bisa berjalan beriringan secara harmonis.
Kerja keras yang konsisten itu akhirnya terbayar lunas saat masa panen tiba. Kebun yang dirawatnya dengan penuh kasih sayang mampu memproduksi 2,5 ton bawang pre berkualitas tinggi yang siap memasok pasar lokal.
“Ini bukan sekadar soal hasil ekonomi, tetapi tentang kepuasan melihat sesuatu yang kita tanam dengan peluh sendiri bisa tumbuh subur dan bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Bachtiar tersenyum di sela kesibukan panennya.
Kisah Bachtiar menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan profesi dan lahan bukanlah penghalang untuk produktif. Dari balik aroma menyengat bekas kandang ayam, kini lahir sebuah inspirasi hijau yang menebarkan aroma harapan bagi ketahanan pangan lokal. Ari

Bagikan

Related Posts