Kriminal

Setelah kejar kejaran dengan warga, Resedivis di Samarinda berakhir di Tangan Warga

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Pepatah sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga tampaknya tepat menggambarkan nasib GM (30).
Pria yang baru saja menghirup udara bebas dari rumah tahanan ini harus kembali berurusan dengan aparat kepolisian setelah nekat melancarkan aksi pencurian di kawasan Perumahan Mediterania, Jalan MT Haryono, Jumat (29/5/2026) siang.
Aksi nekat sang residivis terkuak saat korbannya menyadari sejumlah barang berharga yang ditaruh di atas motornya raib sekitar pukul 13.00 WITA. Korban yang kehilangan tas berisi surat penting, helm, serta sepasang sepatu tidak tinggal diam. Ia langsung memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk melacak sang pelaku.
Sial bagi GM, rekaman lensa kamera terlampau jernih. Korban dengan mudah mengenali ciri-ciri fisik dan identitas pelaku, yang kemudian memicu aksi pencarian mandiri ke beberapa sudut Kota Samarinda.
Pencarian tersebut membuahkan hasil beberapa jam kemudian. Korban tidak sengaja berpapasan dengan sosok GM yang sedang berada di kawasan Jalan Biawan. Sadar dirinya telah menjadi buruan, GM langsung mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan diri.
Aksi kejar-kejaran yang dramatis pun pecah di jalanan Kota Samarinda. Korban bersama warga yang ikut membantu terus membayangi pelarian pelaku. Langkah kaki GM akhirnya terhenti saat warga berhasil mengepung dan mengamankannya di Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, sekitar pukul 16.30 WITA.
Aparat kepolisian yang menerima laporan dari warga segera bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi pelaku dari kepungan massa.
“Kami menerima informasi adanya pelaku pencurian yang sudah diamankan warga. Saat anggota tiba di lokasi, pelaku memang sudah berhasil diamankan,” ungkap Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian memastikan bahwa GM adalah pelaku yang menggasak tas, helm, dan sepatu milik korban di depan rumah. Ipda Mat Bahri juga membenarkan bahwa GM bukanlah orang baru dalam dunia kriminalitas di Kota Tepian.
“Pelaku ini merupakan residivis kasus pencurian dan baru keluar dari rutan,” pungkas Mat Bahri menutup keterangannya. Kini, GM harus rela menukar kebebasan singkatnya dengan dinginnya lantai sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kembali. Red

Bagikan

Related Posts