News

Saat Kasat Narkoba Terjebak di Pusaran Liquid Haram

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Sebuah ironi besar kembali menyelimuti upaya pemberantasan narkotika di tanah Kalimantan Timur. Sosok yang seharusnya berada di garis depan untuk memerangi peredaran barang haram, justru harus menyembunyikan wajahnya di balik jeruji besi.

Ia adalah AKP Yohanes Bonar Adiguna, pria yang sejak Desember 2025 memegang tongkat komando sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Reskoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Kini, namanya tidak lagi tertulis di berkas pengejaran bandar, melainkan di dalam surat penahanan Polda Kaltim atas dugaan kepemilikan dan peredaran liquid narkotika.

Di balik dinding dingin Rumah Tahanan Polda Kaltim, AKP Yohanes kabarnya telah menghabiskan hari-harinya sejak 2 Mei 2026 lalu. Pemeriksaan demi pemeriksaan harus ia lalui secara intensif.

Kapolda Kaltim, Irjen Endar Priantoro, secara terbuka membenarkan kabar pahit mengenai penahanan anak buahnya tersebut kepada awak media, Sabtu (16/5/2026). Meski begitu, pihak kepolisian masih menyimpan rapat-rapat kronologi detail mengenai bagaimana perwira pertama ini bisa tergelincir ke dalam lingkaran hitam yang biasa ia buru.

“Benar, Kasat Resnarkoba Polres Kukar sudah diamankan. Detail peristiwanya belum bisa kami sampaikan karena masih proses pendalaman,” tutur Irjen Endar dengan nada lugas.

Kabar penangkapan ini tentu memukul institusi Polres Kukar. Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, buru-buru meluruskan keadaan agar moral anggotanya tidak ambruk. Dengan tegas ia menyatakan bahwa apa yang menimpa AKP Yohanes adalah murni tindakan personal.

Khairul memastikan bahwa tidak ada satu pun personel Polres Kukar lain yang terseret dalam kepemilikan liquid maut tersebut, sekaligus menegaskan bahwa kasus ini bukan merupakan tindakan kelompok. Demi menegakkan hukum tanpa pandang bulu, pihak polres memilih mendukung penuh Polda Kaltim untuk mengusut tuntas keterkaitan anggotanya dengan jaringan pengedar yang lebih luas.

Baginya, pintu maaf telah tertutup rapat karena komitmen institusi sudah final, yakni tidak ada ruang toleransi sedikit pun bagi siapa saja yang bermain-main dengan narkoba.Bayang-Bayang Tren Buruk Penegak Hukum

Sebelum mendapat penugasan di Kukar menggantikan AKP Suyoko, rekam jejak AKP Yohanes terbilang aktif. Ia sempat dipercaya memimpin wilayah hukum sebagai Kapolsekta Sungai Kunjang di Samarinda. Namun, karier yang dibangun itu kini terancam hancur seketika.

Kasus yang menimpa AKP Yohanes seolah membuka kembali luka lama bagi publik Kaltim. Belum hilang dari ingatan, mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang, juga sempat mencoreng seragam cokelatnya karena perkara yang serupa.

Kini, publik kembali disuguhi drama nyata tentang “pagar yang makan tanaman”. Sebuah pengingat bahwa godaan bisnis gelap narkotika bisa meruntuhkan benteng pertahanan siapa saja, bahkan seorang perwira yang disumpah untuk memberantasnya. Red

 


Bagikan

Related Posts