Samarinda, Solidaritas- Pepatah “sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga” benar-benar menjadi nyata bagi seorang pengemudi di Samarinda Seberang.
Niat hati meraup untung dari bisnis gelap bahan bakar minyak (BBM), aksi “bawah tanahnya” justru terbongkar lewat cara yang paling tak terduga: kecelakaan lalu lintas.
Senin (16/3/2026) sore itu, sebuah mobil terlibat insiden di jalanan Samarinda. Awalnya, warga dan petugas menyangka ini hanya kecelakaan biasa. Namun, saat polisi mulai mengevakuasi kendaraan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), isi di dalam kabin mobil justru bikin geleng-geleng kepala.
Bukan barang pribadi, polisi justru menemukan “gudang mini” berjalan. Ada 15 jeriken berkapasitas 35 liter yang berjejal di dalam mobil. Setelah diperiksa lebih detail, 13 jeriken di antaranya sudah terisi penuh Pertalite yang diduga baru saja “dipanen” dari salah satu SPBU.
Temuan polisi tak berhenti sampai di tumpukan jeriken. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, mengungkapkan trik licin pengemudi tersebut untuk mengelabui sistem digital pertamina.
Di tangannya, ditemukan 12 barcode berbeda—modal utama untuk mengisi BBM berulang kali dengan identitas kendaraan yang berganti-ganti.
“Modusnya menggunakan beberapa barcode dari kendaraan berbeda. Kami juga menemukan selang yang diduga kuat dipakai untuk menyedot Pertalite dari tangki mobil ke dalam jeriken,” jelas AKP Agus saat rilis di Mapolresta Samarinda.
Meski tumpukan jeriken dan selang penyedot sudah jadi bukti kuat, polisi masih menahan diri. Status sang pengemudi saat ini masih sebagai saksi. Penyidik Unit Eksus (Ekonomi Khusus) masih melakukan pendalaman, termasuk berencana memanggil pihak SPBU untuk mengusut bagaimana belasan barcode tersebut bisa lolos dari pengawasan.
“Statusnya masih saksi karena kami harus mengumpulkan keterangan lengkap dari berbagai pihak. Setelah semua benang merahnya terkumpul, baru akan ditentukan apakah statusnya naik menjadi tersangka,” pungkas Agus.
Kini, belasan jeriken dan barcode sakti itu harus “menginap” di kantor polisi. Kejadian ini seolah menjadi pesan keras bagi para pemburu BBM subsidi: seketat apa pun celah yang dimainkan, nasib apes bisa datang kapan saja—bahkan lewat satu benturan di jalan raya. Red









