Kab. Kutai Kartanegara

Perahu Berganti Motor, Nelayan Danau Melintang Kukar Terpaksa Tanam Padi dan Buru Kubangan Air Demi Sambung Hidup

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas –  Hamparan air yang dulunya menjadi sumber rezeki, kini berubah menjadi daratan gersang. Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara membuat Danau Melintang di Kecamatan Muara Wis mengering total.
Fenomena alam ini memaksa ratusan warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan untuk memutar otak dan beralih profesi menjadi petani padi demi menyambung hidup.
Kondisi terkini Danau Melintang pada Jumat (18/9/2026) memperlihatkan pemandangan yang memprihatinkan. Danau seluas 111 ribu hektare yang biasanya dipenuhi air, kini berubah menjadi hamparan tanah kering dan retak-retak.
Air benar-benar menghilang dari permukaan danau sejak sebulan terakhir, setelah sebelumnya warga berjuang menghadapi kekeringan selama empat bulan.
Krisis air ini memaksa warga Desa Melintang memanfaat dasar danau yang mengering untuk menanam padi. Menggunakan modal dari sisa tabungan yang ada, para nelayan mulai membeli bibit, menyemai, dan menanamnya di area danau yang tidak jauh dari permukiman mereka.
Warga yang menanam padi di danau, Foto : Bejo
Jika sebelumnya mereka bisa membawa pulang penghasilan Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari dari mencari ikan, kini mencari uang Rp100.000 saja susahnya bukan main.
“Jadi nelayan penghasilannya kadang-kadang Rp100 ribu per hari itu. Sekarang ini susah sudah kalau cari Rp100 ribu. Tadi aja (dapat) Rp80 ribu orang dua, berarti seorang cuma Rp40 ribu. Jadi inilah (tanam padi) yang kita harapkan kini, mudah-mudahan kan cepat panen,” ujar Jamran, salah satu nelayan Desa Melintang yang kini beralih menjadi petani dadakan.
Bagi warga yang tidak menanam padi, bertahan hidup dilakukan dengan cara berburu sisa-sisa ikan. Uniknya, tidak ada lagi perahu yang mendayung di atas air. Sepeda motor kini menjadi kendaraan utama warga, seperti yang dilakukan Sahrijal bersama warga Desa Sebambang.
Setiap hari, mereka mengendarai sepeda motor membelah dasar danau yang kering untuk menjelajahi area yang luas. Mereka memburu kubangan air terkecil sekalipun yang masih tersisa di dekat Danau Semayang, demi menjaring sisa-sisa ikan yang bertahan di sana.
“Di sana dekat Danau Semayang. Iya pakai motor, enak pakai motor kan. (Ikan yang didapat) dibagi, sisanya dijual buat makan. Di Melintang aja jualnya,” tutur Sahrijal.
Saat ini, warga hanya bisa pasrah memanfaat potensi alam yang tersisa sembari berharap kondisi ini segera berlalu. Mereka juga sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, terutama untuk bantuan ketersediaan pangan serta modal usaha selama mereka menghadapi masa-masa sulit ini. Red


Bagikan

Related Posts