Kutai Kartanegara, Solidaritas – Kebakaran lahan hebat melanda kawasan di belakang Bandara APT Pranoto Samarinda, Kamis (10/9/2026) siang. Akibat tiupan angin kencang dan kondisi cuaca terik, kobaran api dengan cepat meluas hingga mendekati permukiman warga dijalan Anyeq Apui, Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat setempat. Upaya awal warga untuk menjinakkan si jago merah terkendala oleh keterbatasan peralatan yang ada di lapangan.
“Asalnya dari belakang bandara si Pak, agak kesini. Saat ini warga sedang jaga-jaga di sini takutnya nyebrang lagi kesini, masalahnya kesini sudah masuk daerah pemukiman,” ujar Imang (39), salah seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi kejadian.
Menurut Imang, selain faktor angin deras, karakteristik lahan yang terbakar merupakan area tanah gambut. Hal inilah yang membuat api sangat cepat merambat keluar area bandara dan sangat sulit untuk dipadamkan. Selain mengancam rumah tinggal, warga juga mengkhawatirkan dampak kabut asap tebal bagi kesehatan mereka.

Melihat situasi api yang mulai merembet ke arah rumah warga, petugas pemadam kebakaran dari Bandara APT Pranoto bergerak cepat turun ke lapangan untuk membantu proses pemadaman darat.
Basic PKP-PK Bandara APT Pranoto, Iksan, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerjunkan satu unit mobil tangki air ke lokasi terdampak di permukiman warga sebagai langkah darurat.
“Hanya satu tangki saja, sebagai langkah antisipasi, karena asap sudah mulai tebal. Takutnya nyampai kesana (permukiman) soalnya asapnya masih tebal,” kata Iksan singkat.
Guna memastikan keamanan objek vital negara, pihak maskapai dan bandara sempat berkoordinasi meminta bantuan tim water bombing Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Helikopter pemadam yang awalnya beroperasi di titik lain wilayah Muara Badak langsung ditarik guna mengisolasi api di sekitar perimeter bandara.
Tenaga Ahli Deputi Bidang Penangan Darurat BNPB, Kolonel Albertus, menegaskan bahwa prioritas utama operasional udara hari ini adalah menjamin keselamatan jalur penerbangan komersial agar tidak terganggu kabut asap.
“Kita ngebom (menyiram) di pinggirannya bandara. Begitu ada pesawat reguler kita stop untuk review. Begitu selesai, bandaranya pesawat bisa take off, kita main lagi. Sampai tadi jam 4 sore lewat selesai,” terang Kolonel Albertus.
Ia memastikan strategi taktis tersebut berhasil menjaga ritme operasional bandara berjalan normal. “Pesawat Batik (Air) masuk, jadi semuanya dapat hari ini, tidak ada yang terganggu,” tambahnya.
Kendati aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto berhasil diselamatkan dari kepungan asap, perjuangan tim pemadam di darat masih terus berlanjut.
Hingga pukul 21.00 WITA, petugas gabungan dari Pemadam Kebakaran Kutai Kartanegara, BPBD Kaltim, dibantu para relawan serta masyarakat Desa Sungai Bawang masih bahu-membahu menyemprotkan air di titik-titik bara api lahan gambut guna mencegah dampak kebakaran meluas secara masif. Red









