Samarinda,Solidaritas— Pemerintah Kota Samarinda didorong segera menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum berbasis bus melalui program Trans Samarinda. Program tersebut diusulkan dapat mulai direalisasikan pada 2027 sebagai langkah meningkatkan pelayanan transportasi publik di Kota Tepian.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Achmad Sukamto, mengatakan penyelenggaraan angkutan umum menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perkembangan Kota Samarinda. Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu menjalankan layanan transportasi umum, termasuk kota tetangga, Balikpapan.
“Yang kita usulkan dari DPR adalah pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum Trans Samarinda. Mudah-mudahan pada 2027 ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dorongan tersebut juga memiliki dasar hukum. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah berkewajiban menyediakan angkutan umum untuk kepentingan masyarakat.
Dalam rencana awal, Trans Samarinda akan menggunakan bus dengan pengelolaan yang nantinya dapat melibatkan pihak ketiga, sedangkan pelaksanaan program berada di bawah koordinasi organisasi perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Perhubungan.
Menariknya, program tersebut direncanakan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga mengusung sistem pembayaran modern. Tarif yang diwacanakan sebesar Rp5.000 untuk sekali perjalanan, baik dekat maupun jauh selama masih berada dalam trayek yang ditentukan.
“Pembayarannya nanti direncanakan sudah modern menggunakan QRIS. Jadi tidak ada pembayaran tunai,” jelasnya.
Untuk tahap awal, terdapat dua trayek yang direncanakan menjalani uji coba, yakni trayek A dan trayek B. Salah satu rute yang disebutkan dalam rancangan awal adalah perjalanan dari kawasan Big Mall menuju Pasar Pagi, kemudian melalui kawasan Jembatan Satu dan Lembu Suwana sebelum kembali ke jalur semula.
Sementara itu, trayek B direncanakan melayani kawasan dalam kota dengan pola perjalanan berkeliling.
“Program Trans Samarinda juga diarahkan sebagai bagian dari pembenahan sistem angkutan umum yang saat ini dinilai membutuhkan peremajaan bus diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang lebih tertata sekaligus mampu memberikan pilihan mobilitas bagi masyarakat,”tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap rencana tersebut sehingga Samarinda tidak lagi tertinggal dalam penyediaan transportasi umum dibandingkan kota-kota lain di Kalimantan Timur.
“Ke depan kita berharap Pemerintah Kota menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum ini. Ini salah satu yang masih dibutuhkan Samarinda,” pungkasnya. Adv









