Samarinda, Solidaritas -Pesan berantai tentang intrusi air laut di Sungai Mahakam yang sempat meresahkan warga Samarinda dipastikan salah sasaran. Perumda Tirta Kencana Samarinda menegaskan bahwa pasokan air baku untuk Kota Tepian saat ini masih berada dalam status aman dan jauh di bawah ambang batas bahaya klorida.
Informasi palsu atau salah alamat di media sosial sering kali memicu kepanikan massal, terutama jika menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih. Menanggapi kegelisahan warga, Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda, Kaharuddin, langsung meluruskan situasi agar masyarakat tidak lagi merasa cemas.
Kaharuddin menjelaskan bahwa imbauan untuk mengisi penuh tandon air di wilayah Handil D sebenarnya bukan ditujukan bagi warga Kota Samarinda. Surat atau pesan singkat tersebut merupakan instruksi internal yang diperuntukkan bagi para kepala desa (kades) dan ketua RT di kawasan muara Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Berita yang beredar adalah untuk kades dan RT di wilayah Muara, Kukar,” tegas Kaharuddin saat mengklarifikasi kabar yang terlanjur viral tersebut.
Berdasarkan data teknis terbaru dari Laboratorium Induk PDAM, kualitas air baku di Samarinda sama sekali belum terancam oleh intrusi air laut. Indikator keamanan ini terlihat jelas dari kadar klorida pada tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang posisinya paling dekat dengan area muara:
-
- IPA Bantuas: Kadar klorida terpantau aman di angka 2,5 hingga 5 ppm.
- IPA Pulau Atas: Berada di kisaran stabil 2,5 sampai 5 ppm.
- IPA Palaran: Mencatat kadar yang sama, yaitu 2,5 hingga 5 ppm.
Sebagai gambaran, batas maksimal kadar klorida yang diizinkan untuk operasional normal adalah sebesar 250 ppm. Dengan angka yang belum menyentuh 5 ppm, proses produksi dan distribusi air bersih di Samarinda dipastikan berjalan tanpa kendala.
Kondisi ini berbeda dengan wilayah tetangga di Kukar, di mana IPA Anggana sempat menghentikan pompa sementara saat air pasang tinggi, dan IPA Pendingin yang mulai menyentuh angka klorida 100 ppm.
Kendati pasokan air masih melimpah dan berkualitas baik, manajemen Perumda Tirta Kencana tetap meminta masyarakat tidak lengah. Potensi kenaikan kadar garam masih bisa terjadi apabila wilayah hulu Sungai Mahakam dan kota Samarinda tidak diguyur hujan hingga masa puncak pasang air laut tiba.
Pihak PDAM mengimbau warga Samarinda untuk tetap tenang, menyaring informasi secara bijak, dan membiasakan diri menghemat penggunaan air sehari-hari. Manajemen juga berjanji akan terus memperbarui perkembangan kualitas air secara transparan melalui kanal media sosial resmi mereka agar masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi secara mandiri tanpa perlu panik. Red








