News

Aksi Nekat Kapal Klotok Tarik Tongkang Bermuatan di Samarinda, Berujung Tersangkut di Fender Jembatan Mahulu

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah video viral berdurasi 29 detik yang memperlihatkan momen mendebarkan di perairan Sungai Mahakam.
Dalam video yang direkam oleh seorang warga pada Minggu (28/6) pukul 11.50 WITA, tampak sebuah kapal kayu kecil alias kapal klotok dengan gigih berusaha menarik tongkang besi berukuran raksasa.
Asap tebal sempat mengepul dari mesin kapal kayu tersebut, memicu kekhawatiran warga yang menyaksikannya.
“Kapal kayu nariknya, yang ditarik besi (tongkang). Muatannya apa koral, ya gak sanggup dua kapal,” ujar suara warga dalam rekaman video tersebut, menggambarkan betapa beratnya beban yang harus ditarik oleh kapal kayu itu.
Namun, di balik dugaan warga bahwa kapal tidak kuat menanjak karena muatan, ternyata ada kendala teknis tak terduga yang menjadi pemicu utamanya.
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons keresahan netizen. Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda, Ipda Zaqi Ur Rahman, mengonfirmasi bahwa anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian begitu menerima laporan untuk membantu proses evakuasi.
Ipda Zaqi meluruskan bahwa tongkang tersebut sebenarnya bukan memuat koral seperti dugaan warga, melainkan memuat pupuk dari galangan milik seorang warga bernama Pak Joko.
Kapal penarik bersama satu kapal kayu lain yang bertindak sebagai asist (pemandu/pendorong) sebenarnya sudah berhasil melewati Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) dan melaju sekitar 100 meter ke arah hulu.
Sayangnya, petaka muncul ketika sistem mekanis atau gearbox pada kapal penarik utama mendadak mengalami kendala teknis. Kerusakan ini membuat kapal kehilangan daya dorong (lost power). Akibatnya, kapal beserta tongkang raksasa itu perlahan berjalan mundur terbawa arus sungai yang deras.
Kapal klotok yang berada di belakang sebagai asist sudah berjuang mati-matian mendorong agar posisi tongkang tetap aman. Namun, karena besarnya tekanan arus bawah dan keterbatasan tenaga kapal kayu, bagian haluan depan justru terputar. Tongkang yang larut tersebut akhirnya tersandar di fender (pilar pengaman) Jembatan Mahulu.
Guna mengusut tuntas insiden yang sempat menyita perhatian publik ini, Satpolairud Polresta Samarinda telah melakukan pemanggilan dan memeriksa dua orang juragan kapal sebagai saksi pada Senin (29/6).
Tidak berhenti di situ, pihak kepolisian juga berencana memanggil pemilik barang atau pupuk tersebut untuk memeriksa kelengkapan dokumen pelayaran yang mereka kantongi.
“Termasuk dengan dokumen yang diperlihatkan ke kami, akan kami pelajari dulu,” tegas Ipda Zaqi.
Untuk mengantisipasi adanya dampak fatal terhadap infrastruktur daerah, Satpolairud juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Timur. Pihak PU akan dipanggil untuk mengonfirmasi dan memeriksa apakah insiden tersandarnya tongkang tersebut menyebabkan kerusakan pada struktur fender Jembatan Mahulu atau tidak.
Meskipun sempat menegangkan dan memicu spekulasi di media sosial, beruntung proses evakuasi berjalan lancar dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan performa mesin serta standar keamanan saat kapal kayu memandu armada besi di jalur sungai yang padat.

Terkait insiden kapal kayu yang menarik tongkang bermuatan pupuk, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda, panggil nahkoda dan pemilik kapal.

Hal ini diungkapkan Kasi Penjagaan Patroli dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Sahrun Aziz saat dikonfirmasi.

“Kami setelah terima laporan itu langsung, melakukan pengecekan ke lokasi,” katanya.

“Saat ini kami akan melakukan BAP terhadap dua Nahkoda kapal dan pemilik,” sambungnya.

Disinggung soal adanya dugaan pelanggaran standar operasinal prosedur (SOP), terkait dengan kapal penarik tongkang, Sahrun membenarkan.

“Iya, itu kapal klotok,” singkatnya. Red


Bagikan

Related Posts