News

Berkah Malam Tahun Baru, Petani Jagung di Samarinda Tetap Raup Cuan Meski Sempat Dihantam Gagal Panen

Bagikan

Samarinda,Solidaritas – Menjelang malam pergantian tahun 2025 ke 2026, permintaan jagung manis di sejumlah pasar tradisional dan lapak pinggir jalan Kota Samarinda mulai menunjukkan peningkatan.
Meski para petani sempat dihantui risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, mereka kini mulai menikmati hasil penjualan, walaupun daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kesibukan luar biasa terlihat di perkebunan milik Sutar, seorang petani sekaligus pedagang jagung musiman di Desa Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. Sejak pagi buta, Sutar harus bolak-balik ke kebunnya untuk memanen jagung manis yang menjadi primadona setiap merayakan malam tahun baru.
Tahun ini bukan perkara mudah bagi Sutar. Ia mengaku sebagian lahan jagungnya gagal panen akibat faktor cuaca yang tidak menentu, yang menyebabkan bibit jagung membusuk di dalam tanah.
“Sedikit saja yang panen karena kemarin gagal panen yang sebelah sana itu. Karena cuaca malah busuk di tanah, jadi bijinya itu tidak bisa tumbuh,” ujar Sutar saat ditemui di sela kesibukannya memanen.
Meski pembeli mulai berdatangan ke lapaknya, Sutar merasakan adanya penurunan antusiasme pasar. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pesanan sudah membludak sejak tanggal 29 Desember, tahun ini pesanan datang lebih lambat.
“Kalau tahun ini belum ada (lonjakan besar), tapi ada orang beli sedikit-sedikit. Jadi tidak seperti biasa, tanggal 29 itu biasanya sudah banyak yang pesan,” tambahnya.

Di sisi lain, antusiasme warga untuk merayakan malam pergantian tahun dengan tradisi membakar jagung bersama keluarga tampaknya tidak luntur. Hal ini menjadi alasan utama warga tetap berburu jagung manis meski harganya mengalami sedikit kenaikan akibat terbatasnya stok dari petani.
Rohman, salah seorang warga Samarinda, mengaku sengaja berburu jagung untuk dinikmati bersama keluarga besarnya nanti malam. Baginya, membakar jagung adalah ritual wajib setiap malam tahun baru.
“Beli jagung biasa untuk tahun baruan. Ini beli 50 ribu dapat 15 biji. Iya, nanti buat bakar-bakar di rumah sama keluarga,” kata Rohman.
Meskipun kondisi ekonomi dan tantangan alam membayangi, geliat ekonomi sektor pertanian jagung di Samarinda tetap tumbuh. Para pedagang berharap, puncak permintaan akan terjadi pada sore hari nanti hingga menjelang detik-detik pergantian tahun. Red

Bagikan

Related Posts