Kutai Timur, Solidaritas – Kecamatan Kaliorang kini menghadapi kebutuhan yang semakin mendesak terkait keberadaan sekolah menengah kejuruan (SMK) tambahan untuk menampung lonjakan jumlah pelajar dari berbagai desa.
Pertumbuhan minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan membuat fasilitas yang ada tidak lagi mencukupi, terutama karena hanya satu SMK yang beroperasi di kawasan Bukit Makmur.
“Kondisi sekarang sudah jauh melampaui kapasitas ideal, sehingga banyak siswa terpaksa bersaing ketat untuk mendapatkan bangku,” ujar Camat Kaliorang, Rusmono.
SMK 1 Bukit Makmur selama ini menjadi satu-satunya sekolah kejuruan di wilayah tersebut dan menampung murid bukan hanya dari Kaliorang, tetapi juga dari Sangkulirang, Karangan hingga Bengalon.
Akibatnya, setiap tahun ajaran baru sekolah tersebut terus mengalami beban kuota yang berlebihan karena tingginya jumlah pendaftar.
Situasi ini membuat banyak orang tua maupun calon siswa semakin berharap adanya penambahan sekolah kejuruan agar akses pendidikan menjadi lebih merata.
Rusmono juga menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu segera direspons karena pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.
“Kami ingin anak-anak di Kaliorang mendapatkan pilihan sekolah yang memadai tanpa harus berdesak-desakan seperti sekarang,” jelasnya.
Meski demikian, upaya menghadirkan SMK baru tidak dapat dilakukan cepat karena kewenangannya berada pada pemerintah provinsi, bukan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat meninjau langsung kebutuhan masyarakat agar proses pengajuan penambahan SMK bisa mendapat perhatian lebih besar.
Dengan jumlah pelajar yang terus meningkat, Kaliorang menilai penambahan fasilitas pendidikan kejuruan merupakan langkah penting demi mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.(ADV)









