Kutai Kartanegara, Solidaritas-Pemerintah Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, terus mendorong peningkatan sektor pertanian dengan membangun infrastruktur penunjang serta memperkuat hilirisasi hasil panen.
Salah satu sasaran utamanya adalah menstabilkan harga beras lokal di angka Rp6.500 per kilogram.
Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menjelaskan bahwa infrastruktur ini merupakan komponen penting untuk menekan biaya produksi sekaligus mendukung kelancaran logistik pertanian.
“Dengan akses jalan yang memadai dan saluran drainase yang tertata, beban operasional petani berkurang. Itu berdampak langsung pada harga jual dan keuntungan mereka,” kata Hendra kepada Solidaritas (2/6/2025)
Desa Segihan juga menggandeng Perum Bulog untuk memotong jalur distribusi yang terlalu panjang, sehingga petani dapat menjual beras langsung ke masyarakat tanpa perantara.
“Kami tidak ingin petani hanya menjadi produsen, tapi juga punya akses langsung ke pasar. Lewat Bulog, distribusi bisa lebih terkontrol dan harga lebih terjangkau,” lanjut Hendra.
Selain itu, desa ini sedang mempersiapkan pembentukan tujuh unit gerai hasil tani yang akan dikelola di bawah program Koperasi Merah Putih.
Gerai tersebut akan berfungsi sebagai tempat penampungan sekaligus pusat penjualan beras, buah, dan produk perikanan lokal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut dan menilai Desa Segihan telah menjalankan arahan pembangunan desa dengan optimal.
“Upaya Desa Segihan ini sangat kami apresiasi. Mereka menjalankan langkah nyata yang mendukung kemandirian ekonomi desa,” kata Arianto.
Pemerintah desa berharap inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis sektor pertanian dan distribusi langsung. ADV/DPMD/IN










