News

Ada Pergeseran 9 Mili di Jembatan Mahakam DPRD Kaltim minta Jembatan Mahakam di Tutup

Bagikan

Samarinda,Solidaritas- Polemik harus ditutup atau tidaknya jembatan mahakam pasca di tabrak kapal tongkang dengan nama lambung Indosukses 28 bermuatan kayu yang ditarik tugboat (TB) MTS 28 menabrak pilar Jembatan Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (16/2/2025) sekira pukul 15.50 Wita lalu, terus bergullir.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur telah mengeluarkan keputusan tidak diperlukan adanya penutupan jembatan mahakam sementara padahal seluruh anggota DPRD Kaltim telah mengeluarkan rekomendasi penutupan jembatan mahakam sementara waktu hingga perhitungan teknis selesai dilakukan.

Wakil Ketua Komisi II Sapto Setyo Pramono kepada wartawan di kantornya Jumat (21/02/2025) mengatakan, BBPJN tidak mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat yang menggunakan jembatan itu hingga saat ini.

“Surat rekomendasi pimpinan DPRD juga telah kami luncurkan ke Pak Gubernur agar menutup aktivitas jembatan secepat-cepatnya. Karena menyangkut nyawa rakyat Kaltim, jangan berbicara aspek teknis dulu,” kata Sapto.

Apalagi saat ini jembatan Mahakam Samarinda tidak memiliki pengaman / fender sehingga jika terjadi tebrakan lagi ponton akan langsung menabrak pilar jembatan yang tentunya akan berdampak serius, hal ini terlihat telah terjadi pergeseran sambungan siar mulai sekitar 9 milimeter.

“Kepala BBPJN berbicara aspek teknis, mengatakan aman, apa dasarnya? Beliau semestinya menghentikan dulu aktivitas di bawah serta atas Jembatan, melakukan investigasi menyeluruh, tabrakan ini bukan main–main, sudah menghancurkan fender pier jembatan utama, kini sudah tidak ada satupun pengaman di pilar, andaikata ini dibiarkan tetap beraktivitas, siapa yang diminta tanggung jawab kalau ada musibah penabrakan kembali?,” Tegas Sapto.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin menegaskan agar aktivitas lalu lintas di atas Jembatan Mahakam tetap ditutup untuk sementara waktu sesuai dengan rekomendasi mereka beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kaltim Daerah pemilihan Kutai Kartanegara ini mengatakan bahwa keinginan penutupan sementara jembatan mahakam bukan tanpa sebab, pengalaman pahit di tahun 2011 lalu menjadi pertimbangan peting bagi DPRD Kaltim mengusulkan penutupan jembatan mahakam Samarinda.

“Jembatan Kukar itu sudah sempat diperiksa dan dinyatakan aman tapi akhirnya rubuh, padahal ada banyak masukan masyarakat untuk ditutup karena melihat perenggangan dan pelebaran jalan pada jembatan tapi pada akhirnya ambruk kan,” sebut Ayub, sapaan akrab Husni Fahruddin.

Hilangnya fender jembatan menurutnya akan semakin berbahaya apabila tidak dilakukan penutupan sementara, karena bisa saja peristiwa serupa akan terulang kembali saat kondisi fender masih belum diperbaiki.

“Sementara ini kan fender masih belum ada pasca ditabrak, artinya jika ada peristiwa serupa kapal bisa saja langsung menabrak pilar jembatan, kalau sudah begitu lebih beresiko,” tegasnya.

Sebelumnya BBPJN Kalimantan Timur sudah melakukan rapat menindaklanjuti terkait insiden jembatan Mahakam tersebut Kamis (20/2/2025) kemarin di Kota Balikpapan dengan mengundang para pihak terkait.

Hasilnya, BBPJN memastikan kondisi jembatan tetap aman meskipun mengalami kerusakan minor. Secara rinci, pemeriksaan pada bangunan bawah dan atas jembatan yang di cek memang ada beberapa bagian yang terkelupas dan goresan pada beton, namun secara keseluruhan struktur jembatan menurut mereka tetap aman. Red

 


Bagikan

Related Posts