Samarinda, Mantan Gubernur Kaltim, Isran Noor mengaku harapan masyarakat Dayak sama dengan 90% rakyat Indonesia. Isran Noor menegaskan pembatalan IKN adalah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia.
“Sebagian besar masyarakat setuju. Lalu kita mau merubah, mau membatalkan, mau mengevaluasi, segala macam dengan berbagai alasan. Itu adalah penghianatan kepada rakyat Indonesia yang ingin membatalkan Ibu Kota Negara,” kata Isran disela sela Sarasehan Laskar Pemuda Dayak didesa budaya Pampang kamis, (25/1/2024)
“Saya Setuju IKN ? Sudah gitu aja. Gak usah repot repot,” tegas Isran Noor.
Mantan Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023 Isran Noor memastikan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur terus berjalan kendati dirinya sudah tidak lagi menjadi gubernur.
IKN itu adalah milik bangsa Indonesia bahkan bangsa-bangsa di dunia, serta para generasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita akan bangun IKN Nusantara, adalah sebuah kota yang kompleks dan tidak ada diseluruh dunia, kota yang ramah lingkungan, kota yang sustainable (berkelanjutan) dan aman dari masalah polusi, itulah hebatnya,” jelas Isran.
Dari itu Isran Noor mengaku mendukung salah satu caon yang memang memiliki komitmen untuk melanjutkan pembangunan di IKN, karena pembangunan IKN tidak hanya memindahkan pemerintahannya saja, namun juga memeratakan ekonomi Indonesia khususnya bagi masyarakat Indonesia timur. Bejo









