Kab. Kutai Timur

Bupati & Wakil Bupati Kutim Kawal Pembinaan Pemuda, Kutim Tegaskan ‘Generasi Tanpa Narkoba dan Judi’

Bagikan

Kutai Timur, Solidaritas — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempertegas komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) generasi muda melalui program pembinaan berkelanjutan.

Langkah ini tidak hanya menyasar peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi upaya strategis menciptakan generasi bebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Kutim dalam setiap agenda pembinaan pemuda menjadi tanda keseriusan pemerintah dalam mengawal tumbuh kembang anak muda di daerah.

Keduanya menegaskan bahwa masa depan daerah berada di tangan generasi muda, sehingga pembinaan tidak boleh bersifat seremonial melainkan harus berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kutai Timur (Dispora Kutim), Basuki Isnawan menyampaikan bahwa dukungan kepala daerah memberikan kekuatan besar bagi pelaksanaan program.

“Instruksi kepala daerah tegas, pembinaan ini harus menghasilkan pemuda yang bebas dari narkoba, judi, dan perilaku destruktif lainnya dan kita menyiapkan ruang yang sehat untuk mereka berkembang,” tegas Basuki.

Basuki menjelaskan bahwa Dispora Kutim terus memperluas kegiatan pelatihan, baik dalam bidang kewirausahaan, kepemimpinan, hingga kegiatan kreatif dan olahraga.

Pemerintah ingin memastikan pemuda memiliki pilihan kegiatan yang bermanfaat, bukan ruang bebas tanpa arah.

Selain itu, pemerintah menyiapkan kolaborasi lintas sektor bersama lembaga pendidikan, organisasi pemuda, dan pelaku usaha.

“Pemuda harus dipastikan berada dalam lingkungan yang mendorong kemajuan, dengan keterlibatan semua pihak, maka pengawasan dan pembinaan akan berjalan lebih efektif,” tambah Basuki.

Dengan keterlibatan langsung, pemerintah yakin pembinaan pemuda di Kutim akan menjadi gerakan besar, bukan hanya program.

Ke depan, Dispora Kutim menargetkan perluasan cakupan pembinaan hingga ke seluruh kecamatan agar program ini benar-benar menjangkau pemuda dari berbagai lapisan masyarakat.

Dengan demikian, cita-cita menciptakan “generasi tanpa narkoba dan judi” bukan hanya slogan, melainkan realisasi nyata.(ADV)


Bagikan

Related Posts