Kutai Timur, Solidaritas – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya mempertahankan alokasi minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pendidikan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut bahwa kebijakan tersebut merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
Investasi pendidikan yang besar diperlukan agar Kutim mampu bersaing dengan daerah lain.
Pemerintah daerah ingin memastikan generasi muda mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan kesempatan pendidikan yang sama di seluruh wilayah.
Ia menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan difokuskan pada peningkatan mutu fasilitas sekolah, pembangunan ruang kelas, serta penyediaan sarana pembelajaran yang lebih modern serta program beasiswa juga terus ditingkatkan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu.
Selain infrastruktur, pemerintah memberikan perhatian pada peningkatan kualitas tenaga pendidik dengan pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan profesional menjadi bagian dari strategi memperkuat kompetensi guru.
Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengikuti amanat regulasi, tetapi menjadikan pendidikan sebagai prioritas dalam setiap perencanaan pembangunan.
“Kita mempertahankan 20 persen anggaran pendidikan karena ingin membangun SDM unggul di Kutim,” ujar Ardiansyah, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan bahwa arah pembangunan daerah bertumpu pada kualitas masyarakat serta dengan pendidikan yang kuat, Kutim diyakini mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, desa, dan masyarakat agar program pendidikan dapat berjalan optimal.
Monitoring lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
“Pendidikan akan selalu menjadi pondasi utama pembangunan Kutim,” tutupnya.(ADV)









