News

Pedagang Buah Hilang di Sungai Mahakam Setelah Melompat Mengambil Perahu yang Hanyut

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Rivaldi, seorang pedagang buah berusia 22 tahun asal Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Mahakam saat mengantarkan pesanan buah kepada awak kapal tugboat pada Kamis, 15 Mei 2025. Ia nekat melompat dari atas kapal MTS 95 untuk mengejar perahunya yang terlepas dari tali pengikat karena arus sungai yang kuat.

Rivadin diperkirakan hanyut terbawa arus sungai mahakam di perairan sekitar Pasar Palaran, Samarinda pada Kamis, 15 Mei 2025, sekitar pukul 10.30 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan korban bernama Rivaldi (22) yang merupakan warga Loa Duri Ulu, saat itu hendak mengantarkan pesanan buah ke salah satu kapal atau tug boat (TB) yang tengah tambat di tengah sungai.

Untuk mengantarkan pesanan tersebut, ia menggunakan perahu yang memang sehari-hari ia gunakan untuk berjualan di sungai atau mengantar pesanan buah.

Saat berada di atas kapal atau TB, pemuda tersebut melihat tali perahu yang diikatkan di kapal terlepas, sehingga perahu miliknya terbawa arus sungai. Dengan spontan dirinya langsung melepaskan jaket, dan bajunya serta meletakan ponselnya, kemudian melompat ke sungai, untuk menggapai perahu, tetapi malangnya ia gagal, dan akhirnya tenggelam.

Menurut keterangan sang paman Hendra (34) yang ditemui dilokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi adanya orang tenggelam di sungai Mahakam kawasan Palaran sekira pukul 10.35 WITA.

“Saya dapat informasi kalau ada orang tenggelam, setelah saya pastikan tenryata keponakan saya sendiri,” katanya Kamis (15/5/2025) hari ini.

Dijelaskannya korban tersebut memang sehari-harinya menjual buah untuk kapal-kapal yang mengantre menunggu pengolongan. Saat itu, dia sedang mengantarkan pesanan buah untuk kapal MTS 95.

“Jadi, posisi dia sudah diatas kapal, terus ada yang beritahu perahunya larut terbawa arus, tali pengikatnya terlepas, sehingga pas dia tahu langsung terjun ke sungai, berusaha mengambil perahunya, tetapi mungkin kelelahan, dan arus sungai deras, dia tenggelam,” jelas Hendra.

Korban merupakan pekerja keras saat ini sang istri sedang mengandung , ia keluar untuk bekerja sekitar pagi tadi sekitar pukul 7.20 WITA, dan berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini diakuinya hanya kebetulan.

“Dia sampai disini kebetulan saja, biasanya hanya di dekat jembatan Mahakam saja, mungkin karena memang ada pesanan dia kesini, karena Mts ini sudah langganan,” sebutnya.

Hendra juga menceritakan bahwa keponakannya tersebut sudah berdagang buah-buahan di sungai kurang lebih 9 tahun.

“Dia merantau kesini, dan sudah berkeluarga sejak setahun lalu, dan istrinya saat ini tengah mengandung anak kedua,” tutupnya.

Sementara itu Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi mengatakan pasca menerima laporan terkait orang tenggelam di sungai Mahakam, pihaknya bersama tim langsung menuju ke TKP.

“Kebetulan kami juga sedang melakukan pencarian anak yang tenggelam di Palaran beberapa hari lalu, jadi tim langsung ke lokasi, kami berbagi tim, dibantu teman-teman relawan,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan berdasarkan keterangan saksi di TKP bahwa saat korban menawarkan dagangan buahnya kepada kapal MTS 95, kemudian mengikatkan perahu miliknya tersebut di kapal.

“Tetapi mungkin karena tidak sempurna saat mengikat, terlepas, dan itu terlihat oleh ABK dari MTS 72, dan memberitahu bahwa kapal korban terbawa arus. Setelah dia tahu, dia langsung melompat, berusaha berenang untuk meraih perahunya, tetapi tidak berhasil, kemungkinan karena lelah dan arus cukup deras korban tenggelam,” bebernya.

“Disitu sempat ada yang melihat, dan berusaha menyelamatkan tetapi korban keburu tenggelam, sehingga perahunya itu dibawa ke pinggir oleh temannya,” sambungnya.

Terkait dengan upaya pencarian sendiri Mardi menyebutkan dengan cara penyisiran menggunakan perahu relawan maupun rubber boat.

“Pencarian dilakukan dengan radius 500 meter ke arah Ilir, dari terakhir korban terlihat, itu berdasarkan keterangan saksi yang melihat,” imbuhnya.

Disinggung soal kendala dalam upaya pencarian tersebut Mardi mengaku arus sungai cukup deras, dan lalu lintas di sungai Mahakam yang padat.

“Sehingga kami yang mencari juga harus hati-hati dalam upaya pencarian, karena arus pelayaran disini padat, banyak kapal-kapal besar melintas,” pungkasnya.

 


Bagikan

Related Posts