News

Bupati Serahkan Bantuan 12 Unit Traktor Perkuat Brigade Pangan

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui RPJMD 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).

Dalam kaitan ini Pemkab Kukar melaksanakan program Pembangunan  Pertanian Berbasis Kawasan yang merupakan Program Dedikasi KUKAR IDAMAN, yang ditujukan untuk menjamin kelangsungan proses transformasi ekonomi Kukar,  dengan menetapkan kawasan-kawasan strategis pertanian (dalam arti luas) secara terintegrasi, mulai dari kepastian ketersediaan lahan, pengairan, penyiapan petani unggul hingga sarana dan prasarana dan infratsruktur wilayah(jalan dan angkutan umum).

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, menyerahkan bantuan 12 buah traktor Alat mesin pertanian (Alsintan) dalam rangka mendukung kegiatan optimalisasi lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berlangsung di Balai Benih Induk (BBI) Desa Rampanga Kecamatan Loa Kulu, Sabtu (12/4/2025).

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, pemerintah kabupaten bersama Kodim 0906 Kukar dan Kodim 0908 Bontang menyerahkan peralatan prasarana dan sarana terkait dengan program nasional optimalisasi lahan yang sudah ditetapkan di Kukar.

Untuk diketahui bahwa peralatan sarana dan prasarana ini berasal dari Kementerian Pertanian RI karena optimalisasi lahan yang merupakan program nasional di Kukar ada 4 kecamatan. Yaitu Kecamatan Marang Kayu, Kecamatan Samboja, Anggana, dan Kecamatan Tenggarong.

“Bantuan yang serahkan tersebut merupakan Bantuan dari Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2025,” kata Edi Damansyah .

Kebijakan program pangan secara nasional di Kukar ini harus berjalan dan sukses di Kukar. Peralatan ini diterima oleh semua yang telah ditetapkan Brigade Pangan dan kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan. Untuk itu, Edi Damansyah berharap jadwal yang sudah ditetapkan agar menjadi pedoman dengan baik

Kelompok yang sudah ditetapkan agar betul-betul mengorganisir dengan baik, sehingga target yang sudah ditetapkan di setiap lokasi dapat tercapai dengan baik.

Dari catatan evaluasi antara Pemkab Kukar, Kodim 0906 Kukar, dan Kodim 0908 Bontang memang ada kendala secara teknis. “Tentunya harapan kami bahwa kalau ada kendala secara teknis ini, khususnya teman-teman yang ada di Brigade Pangan, itu sudah ada SOP-nya dengan baik. Lakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik,” jelasnya.

Mengenai kendala permodalan, Pemkab Kukar menawarkan program kerja sama dengan petani dan nelayan melalui Kredit Kukar Idaman melalui Bankaltimtara. Untuk itu, ia berharap kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar untuk memfasilitasi, diskusi kelompok dengan Bankaltimtara sehingga nantinya tidak ada lagi alasan terkait dengan permodalan menjadi kendala.

“Kebijakan ini memang khusus untuk petani, nelayan dan peternak dimana perorangnya bisa mendapatkan pagu permodalan hingga Rp 50 juta per orang,” kata  Edi.

Edi berharap seluruh program yang telah direalisasikan Pemkab Kukar. Dapat terus dijalankan oleh pihak-pihak terkait. Tujuannya agar program tersebut dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi petani, serta Ketahanan Pangan di Kukar.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik, kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) merupakan upaya peningkatan produksi padi melalui peningkatan indeks pertanaman dan peningkatan produktivitas padi.

Kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan misi ketiga Kukar Idaman. Yaitu memperkuat pembangunan ekonomi berbasis pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Kegiatan oplah menitik beratkan pelibatan petani milenial yang tergabung dalam lembaga petani Brigade Pangan pada suatu wilayah desa/kelurahan. Kegiatan oplah pada tahun anggaran 2025 di Kukar dengan sumber dana APBN Kementerian Pertanian dialokasikan pada lahan rawa yang tersebar di empat kecamatan seluas 2.392 hektare dengan perincian.

Pertama, Kecamatan Marang Kayu meliputi Desa Semangko, Sebuntal, dan Santan Ulu seluas 960 hektare dengan lima Brigade Pangan. Kedua, Kecamatan Samboja meliputi Desa Bukit Raya, Beringin Agung, Handil Baru, Handil Baru Darat, dan Muara Sembilang seluas 338,7 hektare dengan dua Brigade Pangan.

Ketiga, Kecamatan Anggana meliputi Desa Sungai Meriam, Anggana, Sidomulyo, Kutai Lama, dan Handil Terusan seluas 702,65 hektare dengan empat Brigade Pangan. Keempat, Kecamatan Tenggarong Kelurahan Jahab seluas 153 hektare dengan 1 Brigade Pangan.

Adapun jumlah bantuan yang diserahkan secara simbolis berupa traktor roda 4 sebanyak 12 unit untuk 12 Brigade Pangan. Dukungan dan bantuan Kementan dengan total nilai sekitar Rp 47.491.615.000 berupa alokasi anggaran untuk peningkatan prasarana irigasi. Kemudian jalan pertanian Rp 4.600.000 per hektare dengan total nilai 11.003.200.000 yang dilakukan secara swakelola tipe 2 dengan Kodim 0906 Kukar dan Kodim 0908 Bontang.

Selanjutnya, alokasi anggaran untuk pengolahan lahan berupa bantuan pemerintahyang disalurkan ke rekening Brigade Pangan sebesar Rp 900.000 per hektare, traktor roda empat sebanyak 12 unit, traktor roda 2 sebanyak 24, rotavator sebanyak 10 unit, drone sebanyak 12 unit, combine harvester sebanyak 13 unit.

“Power therser sebanyak 24 unit, mesin tanam padi sebanyak 33 unit, pompa irigasi 78 unit, kapur pertaniaan 4.784.000 kg, benih padi sebanyak 95.689 kg, herbisida sebanyak 16,744 liter, insektisida sebanyak 7.176 liter, fungisida sebanyak 4. 784 liter,” jelas Muhammad Taufik. ADV/Diskominfo Kukar/IL

 

 


Bagikan

Related Posts