Kutai Kartanegara, Solidaritas – Bentang alam Kalimantan Timur kembali diselimuti kabut asap pekat pada Selasa (6/10/2026). Hal ini dipicu oleh kebakaran hutan hebat yang kembali melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, tepatnya di Kilometer 55, kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Daerah Otorita Ibukota Negara Nusantara (OIKN).
Peristiwa kebakaran di kawasan hutan lindung tropis ini diketahui sudah berlangsung selama tiga hari terakhir, atau sejak Minggu siang lalu. Kobaran api yang terus meluas kini mulai mengancam keselamatan satwa lindung.
Akibat suhu panas ekstrem dan kepulan asap yang menyesakkan di habitat asli mereka, sejumlah satwa liar dilaporkan panik dan mulai keluar mendekati area tepi jalan raya untuk menyelamatkan diri.

Posisi titik api yang berada di tengah padatnya hutan tropis menjadi tantangan mahaberat bagi tim gabungan Polri, BPBD, dan para relawan. Kondisi medan yang sangat curam membuat petugas kesulitan membawa peralatan. Bahkan, panjang selang air milik petugas yang terbatas tidak mampu menjangkau pusat lalapan api terbesar.
Kendala ini diperparah dengan tidak adanya sumber air di sekitar titik lokasi kejadian. Akibatnya, para relawan terpaksa harus bersabar menunggu suplai air yang dibawa secara berkala. Untuk memadamkan api, pasokan air terpaksa diambil dari sejumlah danau bekas galian tambang yang berada di sekitar kawasan Bukit Soeharto.
“Kendalanya tuh medannya terlalu curam, kondisi selang kita gak nyampai ke lokasi api yang terbesar. Medannya ini cukup lumayan terjal dan selang kita sudah habis. Ini sudah tiga hari kejadian di daerah sini, mulai hari Minggu siang,” ungkap Anhar Muhammad, salah seorang Relawan Siaga Batuah yang berjibaku di lokasi.
Pihak kepolisian dari Sektor Loa Janan menyatakan bahwa kerapatan vegetasi hutan yang sangat padat serta akses geografis yang sulit dijangkau menjadi penghambat utama dalam proses pemadaman kilat.
“Kendala tempat yang jauh yah. Lokasi pemadaman susah diakses, selang kita terbatas ke sana. Jadi kita lakukan penyekatan aja agar tidak sampai ke wilayah pemukiman warga. Ya untuk asap lumayan, sudah mulai banyak asapnya. Kita terus koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pemadaman sehingga tidak meluas,“ ujar Iptu Danang Wahyu Rahardika.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan lintas sektor masih terus bersiaga dan berkoordinasi intensif di lapangan.
Selain menyelamatkan vegetasi dan satwa, prioritas utama petugas saat ini adalah menjinakkan titik api agar kabut asap tidak semakin menebal dan memperburuk jarak pandang di jalur vital logistik yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda. Red









