Kota Samarinda

Penumpang Mengamuk dan Tendang Pagar Pembatas akibat Ketidakpastian Jadwal Terbang

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Suasana di Bandara APT Pranoto Samarinda pada Jumat (18/9/2026) pagi mendadak mencekam [AEE]. sejumlah penumpang yang mengamuk di depan pintu masuk terminal keberangkatan.

Ketidakpastian jadwal penerbangan yang dipicu oleh kepungan kabut asap tebal beberapa hari terakhir ini akhirnya menyulut api amarah warga yang sudah kehabisan kesabaran.

Aksi protes yang semula berupa adu mulut dengan petugas bandara dengan cepat eskalasi menjadi tindakan anarkis. Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa penumpang yang tersulut emosi mulai menendang pagar pembatas besi yang berfungsi mengatur antrean masuk terminal.

Massa yang telanjur kecewa berulang kali mendorong pagar tersebut dan memaksa merangsek masuk ke dalam ruang keberangkatan. Mereka menuntut pihak maskapai dan otoritas bandara memberikan jawaban jujur serta kepastian mengenai jam keberangkatan mereka keluar daerah.

“Kami hanya butuh kepastian! Kalau ditunda, sampai kapan? Jangan biarkan kami telantar tanpa kejelasan seperti ini,” teriak salah seorang penumpang di tengah kerumunan massa yang emosional.

Aksi mengamuknya para calon penumpang ini merupakan dampak domino dari lumpuhnya aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto sejak pertengahan pekan.

Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat banyak maskapai melakukan pembatalan dan pengalihan rute secara mendadak.

Banyak penumpang mengaku telah tertahan di bandara selama berjam-jam, bahkan ada yang sejak hari sebelumnya, tanpa mendapatkan kompensasi atau kejelasan solusi yang memadai.

Kondisi lelah fisik dan mental inilah yang diduga menjadi pemantik utama pecahnya keributan di depan pintu terminal.

Kondisi luar bandara tidak kalah mencekam, di landasan pacu Bandara APT Pranoto Samarinda pada Jumat (18/9/2026).

Akibat tebalnya kabut asap yang mengganggu pandangan, sebuah pesawat mengalami kecelakaan hebat hingga memicu kobaran api, sementara sejumlah penumpang yang terluka tampak dievakuasi dalam kondisi panik.

Polisi amankan provokator kericuhan di bandara APT Pranoto , Foto ;ist

Tim Airport Emergency Exercise (AEE)menunjukan kesiapsiagaan seluruh personel langsung tiba dilokasi saat pesawat terhempas di runway, begitu juga dengan tim pemadam kebakaran gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan pihak bandara langsung bergerak cepat mengepung titik api.

Di saat bersamaan, sirine ambulans meraung-raung memecah kesunyian. Tim medis yang sudah bersiaga di lokasi kebakaran langsung melakukan tindakan penyelamatan darurat, memberikan pertolongan pertama, dan mengevakuasi para korban yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Untungnya, peristiwa mendebarkan tersebut bukan kejadian nyata, melainkan bagian dari simulasi darurat skala penuh (full scale exercise) yang digelar otoritas bandara bersama Polresta Samarinda.

Latihan ini dirancang sebagai langkah kilat untuk membentengi gerbang udara Ibu Kota Kalimantan Timur di tengah lumpuhnya aktivitas penerbangan akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Latihan akbar ini tidak hanya mensimulasikan kecelakaan pesawat (AEE), tetapi juga digabungkan dengan Airport Security Exercise (ACE) untuk menghadapi gangguan keamanan.

Kehadiran para petinggi daerah, seperti Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Danrem 091/Asn Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I APT Pranoto Kadek Yuli Sastrawan, menegaskan betapa krusialnya agenda ini.

“Tujuannya untuk menguji kesiagaan serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat dan gangguan keamanan,” tegas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar.

Hendri memaparkan dua tahapan besar dalam simulasi ini:
AEE (Airport Emergency Exercise): Menguji ketangkasan penanganan kecelakaan pesawat, meliputi penyelamatan nyawa, evakuasi medis, pemadaman api di landasan, hingga pengamanan perimeter.

ACE (Airport Security Exercise): Menantang kesiapan petugas dalam menghalau ancaman keamanan, seperti aksi demonstrasi, penyanderaan, hingga penerobosan area terbatas bandara.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Keselamatan Publik

Polresta Samarinda menerjunkan kekuatan penuh dalam latihan ini, mulai dari Pasukan Dalmas Sat Samapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Tim URC, Tim Negosiator, hingga personel Polsek Sungai Pinang.

Simulasi dinamis ini menjadi wadah krusial untuk menguji efektivitas Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku. Dengan melibatkan BPBD Kota Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran, Aviation Security (Avsec), tenaga kesehatan, hingga pihak maskapai, seluruh personel dilatih untuk bergerak cepat, tepat, dan terukur.

Di tengah langit Samarinda yang masih berselimut kelabu, simulasi ini mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa dalam kondisi sesulit apa pun, keselamatan nyawa dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Red


Bagikan

Related Posts