News

Amukan Api Luluhlantakkan Permukiman Padat Loa Duri Ilir saat Kemarau Terik

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas –Cuaca terik yang menyengat wilayah Kalimantan Timur dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu petaka. Di tengah kecemasan warga akan ancaman kebakaran, sebuah musibah besar melanda permukiman padat penduduk yang berada di bantaran Sungai Mahakam, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (13/8/2026) sore.
Sore yang panas mendadak berubah mencekam sekitar pukul 15.00 WITA. Pekikan meminta tolong dari warga memecah keheningan di kawasan RT 08. Kobaran api tiba-tiba membubung tinggi, melahap deretan rumah warga yang berdiri di atas aliran sungai legendaris tersebut.
Kondisi geografis bantaran sungai yang terbuka membuat embusan angin bertiup sangat kencang. Hal ini diperparah dengan material bangunan warga yang mayoritas terbuat dari kayu berumur tua. Akibatnya, si jago merah dengan sangat mudah melompat dari satu dinding ke dinding lainnya, menciptakan kepulan asap hitam pekat yang menutup langit sore.
Mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan padat penduduk dengan risiko perambatan yang tinggi, bala bantuan pemadam kebakaran tidak hanya datang dari area lokal.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Samarinda dan para relawan dari Tenggarong langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Perjuangan tim gabungan di lapangan tidaklah mudah. Akses jalan yang sempit menuju titik api serta kerumunan warga yang menyemut sempat menjadi kendala utama mobilitas armada.
Namun, soliditas dan kecerdikan di lapangan menjadi kunci keberhasilan. Memanfaatkan posisi rumah yang berada tepat di pinggir sungai, petugas dan warga sekitar berinisiatif mengoperasikan mesin pompa portabel. Mereka menyedot air langsung dari Sungai Mahakam untuk mengepung dan melokalisasi kobaran api sehingga proses pemadaman bisa berlangsung cepat.
Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad, yang turun langsung ke lapangan bahu-membahu bersama petugas, mengungkapkan analisis awal terkait asal muasal api. Menurutnya, titik api pertama kali muncul dari salah satu rumah warga yang diduga sedang ditinggal pergi oleh penghuninya.
“Belum bisa dipastikan (penyebabnya), tadi api langsung dari rumah sini, langsung besar apinya. Bersyukur segera ditangani dari relawan, PMK, dan macam-macam,” ujar Fakhri di lokasi kejadian.
Kondisi keganasan awal api juga diamini oleh Donni Drajat, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Pos Sektor Kecamatan Loa Janan. Ia menyebutkan bahwa saat armada pertama tiba, situasi di lapangan sudah sangat kritis.
“Saat tiba di lokasi api sudah sangat besar. Beruntung saat kejadian petugas pemadam kebakaran dari Kota Samarinda dan relawan dari Tenggarong tiba cepat di lokasi, sehingga kebakaran besar bisa diminimalkan jumlah korbannya. Sudah berapa rumah yang habis, karena cepat ada angin. Terima kasih banyak sudah dibantu rekan-rekan pemadam dari Samarinda,” ungkap Donni.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, amukan si jago merah ini mengakibatkan lima bangunan rumah kayu hangus rata dengan tanah, sementara tiga unit rumah lainnya mengalami rusak ringan akibat terdampak jilatan api.
Hingga berita ini diturunkan, puing-puing hitam sisa kebakaran telah dipasang garis polisi. Pihak kepolisian sektor setempat masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti munculnya api, apakah dipicu oleh korsleting listrik atau faktor kelalaian lainnya.
Di balik pekatnya duka, secercah rasa syukur tetap mengalir. Pihak pemerintah desa memastikan bahwa seluruh warga berhasil menyelamatkan diri tepat waktu, sehingga dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Saat ini, aparat Desa Loa Duri Ilir bersama instansi terkait sedang fokus melakukan pendataan lanjutan terhadap jumlah Kepala Keluarga (KK) dan jiwa yang terdampak. Langkah cepat ini dilakukan agar penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan pokok selama masa tanggap darurat dapat segera didistribusikan kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal. Red

Bagikan

Related Posts