Samarinda, Solidaritas – Teka-teki mengenai siapa pengisi posisi nomor dua di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda akhirnya terjawab. Jabatan Wakapolresta Samarinda yang sempat lowong selama beberapa bulan kini resmi memiliki nakhoda baru. AKBP Anib Bastian ditunjuk untuk mengemban amanah strategis tersebut di Kota Tepian.
Sebagai pengingat, kursi Wakapolresta Samarinda ini sempat kosong setelah pejabat sebelumnya, Kombes Pol. Heri Rusyaman, mendapatkan promosi jabatan. Ia bergeser tugas menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung sejak Januari 2026 lalu.
Kepastian pengisian jabatan yang lowong ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri bertanggal 25 Juni 2026. Penunjukan AKBP Anib Bastian menjadi salah satu sorotan utama di tengah gerbong mutasi masif yang bergerak di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim).
Berbeda dengan beberapa posisi kepala satuan kewilayahan lainnya, penugasan AKBP Anib Bastian kali ini masuk ke dalam daftar personel yang berpindah posisi tanpa prosesi serah terima jabatan (sertijab).
Kehadiran AKBP Anib Bastian tentu membawa angin segar bagi penguatan keamanan dan pelayanan publik di ibu kota provinsi Kaltim ini. Pengalaman yang dimilikinya diharapkan mampu mendampingi Kapolresta Samarinda dalam menjaga kondusivitas kota, terutama dalam menghadapi dinamika sosial sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain pengisian jabatan Wakapolresta Samarinda, mutasi besar-besaran ini juga merombak sejumlah perwira menengah (Pamen) hingga pejabat strategis di level Polda maupun wilayah operasional Kaltim.
Beberapa di antaranya adalah peningkatan status Polres IKN menjadi Polresta yang kini dipimpin oleh AKBP Supriyanto, serta bergesernya AKBP Fauzan Arianto menjadi Wakapolresta Balikpapan. Perubahan tampuk komando juga terjadi di Polres Kutai Timur, Polres Kutai Barat, hingga Polres Mahakam Ulu.
Sementara di tingkat Mapolda Kaltim, posisi krusial seperti Kabid Humas kini dijabat oleh Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi menggantikan Kombes Pol Yulianto yang pindah tugas ke Jawa Tengah.
Menanggapi perombakan besar ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi di tubuh Polri merupakan langkah penyegaran organisasi dan pembinaan karier yang wajar dilakukan.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Trunoyudo. Red









