Kriminal

Selundupkan Sabu dan Ekstasi Jerman, Warga Malaysia dan Belanda Diciduk di Bandara SAMS Sepinggan

Bagikan

Balikpapan Solidaritas – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur bersama pihak Bea Cukai berhasil menggagalkan dua kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional di Bandara Internasional SAMS Sepinggan, Balikpapan.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) dari jaringan terpisah, yakni seorang wanita asal Malaysia berinisial S, dan seorang pria berkewarganegaraan Belanda berinisial WF.
Dari tangan kedua tersangka, petugas gabungan menyita barang bukti berupa sabu dengan berat lebih dari satu kilogram serta 1.190 butir ekstasi varian baru yang dikirim langsung dari Jerman.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro kepada wartawan minggu (31/5/2026) menegaskan bahwa Polda Kaltim menyatakan perang menyusul tren baru para bandit narkoba yang nekat memanfaatkan jalur penerbangan komersial internasional serta jasa ekspedisi langsung dari luar negeri.
“Ini alarm keras bagi kita semua. Para sindikat internasional sekarang berani menggunakan penerbangan direct dari luar negeri langsung ke jantung Indonesia melalui wilayah kita. Saya tegaskan, jalur penerbangan internasional ini bukan karpet merah untuk penyelundupan racun dunia! Kita tidak akan membiarkan jengkal tanah di Kaltim ini jadi tempat aman bagi mereka,” tegas Endar dengan nada tinggi, Minggu (31/5/2026).
Menyikapi celah penyelundupan tersebut, jenderal bintang dua ini menginstruksikan jajarannya untuk bergerak agresif dan melakukan pembersihan total di seluruh pintu gerbang bandara udara tanpa pengecualian.
“Kepolisian tidak akan pernah tinggal diam, kami akan kejar dan tutup rapat semua celah! Pengawasan di bandara mulai hari ini wajib dilakukan secara proaktif dan ofensif. Kerja sama dengan Otoritas Bandara, Bea Cukai, dan perusahaan logistik harus diperketat tanpa kompromi. Tidak boleh ada satu pun barang haram yang lolos. Jika selama ini ada yang terlewat, ke depan saya pastikan gerak mereka akan kita kunci habis di pintu masuk!” jelas Endar tanpa ampun.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan internal dan sinergi antar-lembaga, Kapolda Kaltim juga membakar semangat masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan bandara, untuk ikut menghancurkan rantai peredaran ini.
“Masyarakat di sekitar bandara jangan takut, jadilah mata dan telinga kami! Jangan beri ruang bagi para penjahat ini. Jika melihat pergerakan mencurigakan atau paket-paket yang tidak jelas asal-usulnya, langsung laporkan! Kita sikat bersama-sama,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa barikade keamanan di pintu masuk udara akan terus dievaluasi demi mempersempit dan mematikan ruang gerak para pelaku jaringan internasional tersebut.
“Kita semua sudah sepakat, bersama Bea Cukai dan Angkasa Pura, hukumnya wajib untuk angkat senjata melawan narkoba. Ini adalah perang demi menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Pilihannya hanya dua: mereka berhenti, atau kami yang seret dan penjarakan mereka!” pungkas Endar.
Menyinggung Modus yang dilakukan para tersangka Endang mengatakan bahwa para pelaku S melakukan penerbangan langsung dari Johor, Malaysia menuju Balikpapan. Dalam perjalananya pelaku nekad memasukan barang haram itu ke Kaltim dengan modus melilitkan narkoba tersebut ke Badan dan merupakan jaringan Malaysia. barang bukti yang berhasil diamankan adalah sabu-sabu dengan berat kurang lebih satu kilogram. S langsung diringkus petugas sesaat setelah mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan .
Sementara itu ditempat terpisah petugas gabungan berhasil membongkar taktik tersangka kedua, WF, yang merupakan warga negara Belanda. Berbeda dengan S, WF memanfaatkan jalur ekspedisi udara untuk menyelundupkan ribuan butir pil setan varian baru.

Dalam aksinya WF  Menyembunyikan narkoba di dalam bungkus kemasan kopi sebanyak 1.190 butir ekstasi varian baru berlogo merek jam mewah ‘Rolex’.

“Narkoba ini langsung dikirimkan dari Jerman melalui jasa ekspedisi,” pungkasnya.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan Timur terus menjadi target peredaran gelap narkoba lintas negara. Menanggapi temuan varian baru ekstasi asal Eropa tersebut, Ditresnarkoba Polda Kaltim bergerak cepat melakukan pengembangan mendalam.
Pihak kepolisian kini telah berkoordinasi secara intensif dengan Interpol serta Bareskrim Polri. Langkah ini diambil guna melacak, memetakan, dan memburu gembong utama di balik jaringan internasional yang memasok barang haram tersebut ke wilayah Indonesia. Red

Bagikan

Related Posts