Samarinda, Solidaritas – Gemuruh kemenangan terbesar musim ini di Stadion Segiri berubah menjadi suasana haru bercampur bangga. Laga pamungkas BRI Liga 1 2026 menyisakan drama emosional bagi Borneo FC Samarinda dan para pendukungnya.
Di dalam stadion, ribuan suporter bersorak gembira menyaksikan tim kesayangan mereka, Pesut Etam, mencukur habis Malut United dengan skor telak 7-1. Namun, pemandangan kontras terlihat di luar area lapangan.
Ketegangan justru memuncak di tenda keamanan stadion. Sejumlah pendukung Borneo FC berkumpul di depan layar televisi, menyaksikan laga hidup-mati antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara yang digelar secara bersamaan.
Teriakan histeris sempat terdengar beberapa kali saat Persijap mengancam gawang Persib yang dikawal Teja Paku Alam. Harapan suporter Samarinda agar Persib tergelincir akhirnya pupus. Wasit meniup peluit panjang di Bandung dengan skor akhir 0-0. Hasil imbang tersebut resmi mengunci gelar juara BRI Liga 1 2026 untuk Persib Bandung.
Kegagalan merengkuh trofi tertinggi ini terasa sangat ironis bagi Borneo FC. Sepanjang musim ini, Pesut Etam tampil luar biasa mematikan. Mereka tercatat sebagai tim paling produktif dengan torehan 79 gol. Tidak hanya itu, Borneo FC juga memecahkan rekor kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Prestasi individu pun turut mengiringi langkah mereka. Tiga pilar utama Borneo FC berhasil masuk dalam daftar Best Eleven atau sebelas pemain terbaik Liga 1 musim ini. Ketiganya kini digadang-gadang akan segera mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Apresiasi tinggi datang dari Wakil Walikota Samarinda, Syarifuddin Zuhri. Hadir langsung di tribun menyaksikan pembantaian Malut United, ia berharap hasil apik di penghujung musim ini bisa menjadi bahan bakar semangat untuk kompetisi musim depan, termasuk saat Borneo FC melenggang ke kompetisi tingkat Asia.
“Amat sangat memuaskan. Tapi apalah boleh buat, di sebelah sana (laga Persib) hanyalah 0-0. Puas-puasnya, tahun depan insya Allah Borneo number one,” tutur Syarifuddin optimistis.
Meski harus puas di posisi kedua, rasa bangga tetap membubung tinggi di dada para suporter. Skuad Pesut Etam dinilai telah berjuang habis-habisan hingga tetes darah terakhir.
“Luar biasa pertandingannya, Mas. Walaupun kita ranking dua tapi tetap puas. Sempurna! Permainannya memang the best,” ujar Yanwar, salah satu warga Samarinda yang hadir langsung di stadion.
Kendati demikian, nada kekecewaan yang realistis tetap ada di benak sebagian pendukung. Impian melihat tim kebanggaan mengangkat piala belum bisa terwujud tahun ini.
“Puas ya melihat perjuangan Borneo FC. Tapi kita berharap tahun depan bisa jauh lebih baik lagi,” ungkap Okta, suporter lainnya.
Di klasemen akhir BRI Liga 1 2026, Borneo FC Samarinda mengemas total 79 poin. Jumlah poin ini sebenarnya sama persis dengan yang dikumpulkan oleh Persib Bandung. Namun, regulasi liga berbicara lain. Maung Bandung berhak mengangkat trofi juara karena unggul dalam rekor pertemuan atau head-to-head sepanjang musim.
Meski gagal mengawinkan pesta gol dengan trofi juara, kecintaan suporter Samarinda tidak luntur. Usai laga, ribuan pendukung tetap turun ke jalan melakukan konvoi kemenangan di jalan-jalan protokol Kota Samarinda, merayakan musim bersejarah yang penuh dengan kebanggaan. Red








