Samarinda, Solidaritas – Matahari masih terlihat malu malu untuk menampakan sinarnya, namun warga jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak gempar. Seorang pria paruh baya berinisial SG (46) harus menebus mahal ketidakmampuannya dalam mengendalikan nafsu, setelah tertangkap basah membawa kabur wanita bersuami Rabu (5/8) sekitar pukul 06.00 Wita.
Langkah nekat SG tidak hanya menghancurkan batasan moral, tetapi juga menyulut api amarah yang tak terbendung dari keluarga dan warga sekitar. Tubuhnya berakhir terikat di sebuah tiang listrik, dan menjadi tontonan publik sembari menunggu jemputan aparat kepolisian.
Drama kehidupan ini bermula sehari sebelumnya, Selasa (4/8). Seorang ibu rumah tangga berinisial BR (32) mendadak hilang dari rumah tanpa pamit kepada suami dan buah hatinya.
Kepergian BR menyisakan kepanikan luar biasa bagi sang suami. Bukan tanpa alasan, BR diketahui sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik saat meninggalkan rumah.
Sepanjang hari hingga malam yang larut, sang suami bersama keluarga besar menyusuri jalanan, mengetuk pintu demi pintu demi mencari keberadaan BR. Namun, hasilnya nihil. Malam itu dilewati keluarga dengan kecemasan yang membumbung tinggi, mengkhawatirkan keselamatan BR yang sedang sakit.
Titik terang muncul keesokan paginya. Seorang warga mengabarkan melihat BR berada di sekitar sebuah rumah ibadah yang terletak tak jauh dari kediamannya. Bak mendapat angin segar, suami, keluarga, dan warga langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.
Di sana, sebuah pemandangan kontras tersaji. BR ditemukan dalam kondisi linglung dan kebingungan. Sementara itu, SG, pria yang membawanya pergi, justru masih terlelap dengan nyenyak.
Mimpi indah SG seketika buyar saat warga membangunkannya secara paksa. Ketika dimintai keterangan tentang alasannya membawa kabur istri orang, jawaban yang keluar dari mulut pria 46 tahun itu dinilai berbelit-belit dan memicu emosi.
Khawatir SG akan mengambil langkah seribu untuk melarikan diri dari pertanggungjawaban, warga akhirnya mengambil tindakan spontan dengan mengikatnya di tiang listrik.
Pihak berwajib yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi untuk meredam situasi. Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan adanya aksi pengamanan warga terhadap seorang pria di Samarinda Ulu tersebut.
“Pria yang diamankan ini diduga membawa lari istri orang,” jelas Ipda Mat Bahri.
Guna mengurai benang kusut dari peristiwa ini, polisi telah mengarahkan suami BR untuk membuat laporan resmi. Kasus ini kini sepenuhnya ditangani oleh pihak berwajib.
“Sedangkan pelaku, juga kami amankan dan diserahkan kepada Polsek Samarinda Ulu, untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.
Pelarian singkat yang dipicu oleh ego dan nafsu terlarang ini akhirnya kandas di tiang listrik jalanan. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa tindakan yang merusak pagar rumah tangga orang lain tidak hanya mendatangkan sanksi hukum, tetapi juga sanksi sosial yang memualkan di tengah masyarakat. Red









