Bisnis

Kawal Aset Negara, Badak LNG Boyong Raksasa Migas & Industri Bontang “Audit” Fasilitas Kilang

Bagikan

Bontang, Solidaritas – Menjaga kilang LNG bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan sebuah pertaruhan keselamatan dan keberlanjutan energi nasional. Menyadari hal tersebut, Badak LNG kembali menggelar Management Inspection (MI) pada Selasa (10/2/2026) sebagai bentuk nyata penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Bukan inspeksi biasa, agenda tahunan ke-38 ini menjadi panggung kolaborasi lintas sektor yang melibatkan para pemain besar di industri migas dan manufaktur.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran elit mulai dari Komisaris dan Direksi Badak LNG, hingga para stakeholder kunci dari gas producers seperti PT Pertamina (Persero) dan Eni Indonesia. Tak ketinggalan, perwakilan SKK Migas, LMAN, hingga anak usaha Subholding Upstream Pertamina turut turun ke lapangan.
Kekuatan lokal Bontang pun ikut bersinergi. Sejumlah perusahaan raksasa seperti PT Pupuk Kaltim (PKT), PT Indominco Mandiri (IMM), hingga PT Kaltim Methanol Industri (KMI) ikut serta membedah standar keselamatan di area kilang, perkantoran, hingga komunitas.
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, menegaskan bahwa inspeksi ini adalah benteng pertahanan perusahaan dalam mencegah insiden sekecil apa pun.
“Ini bukan sekadar seremonial peringatan Bulan K3 Nasional (BK3N). Ini adalah komitmen nyata sejak 1989 untuk menjaga keselamatan pekerja, keandalan fasilitas, dan perlindungan lingkungan,” tegasnya.
Senada dengan itu, VP HSSE Program PT Pertamina (Persero), Ade Gunawan, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, masukan dari hasil inspeksi lintas perusahaan ini adalah feedback terbaik untuk menjaga aset vital nasional tersebut agar tetap jaya dan selamat.
Presiden Komisaris Badak LNG, Daniel S. Purba, menutup rangkaian kegiatan dengan optimisme. Ia menekankan bahwa perspektif dari pihak eksternal sangat berharga untuk mendeteksi celah perbaikan yang mungkin tidak terlihat dari dalam.
“Semua temuan hari ini akan kami follow up secara serius. Ini adalah bagian dari proses panjang demi memastikan keberlanjutan (sustainability) Badak LNG di masa depan,” pungkasnya. Red

Bagikan

Related Posts