Samarinda, Solidaritas – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka kegiatan pra-asesmen dan uji sertifikasi kompetensi bagi para pramuwisata di Samarinda, Rabu (11/02/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan para pemandu wisata di Bumi Etam memiliki kualifikasi profesional dalam menghadapi pesatnya pertumbuhan industri pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa sertifikasi ini sangat krusial untuk menjamin setiap pramuwisata tidak hanya memiliki pengetahuan luas, tetapi juga terampil dan bersikap profesional saat memandu wisatawan di berbagai destinasi unggulan Kaltim.
“Industri pariwisata adalah sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh kualitas SDM, terutama pramuwisata yang menjadi ujung tombak pelayanan langsung kepada wisatawan,” kata Ririn.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Februari 2026, ini diikuti oleh 30 peserta pilihan. Untuk menjaga kualitas pengujian, Dispar Kaltim menghadirkan tim pembimbing langsung dari lembaga sertifikasi pramuwisata ternama asal Jakarta.
Ririn menekankan bahwa peran seorang pemandu atau tour leader jauh melampaui sekadar memimpin perjalanan. Mereka memikul tanggung jawab besar dalam aspek keamanan, ketertiban, hingga akurasi informasi yang disampaikan kepada pelancong.
Selain aspek teknis, pramuwisata diharapkan mampu menjadi “duta bangsa” yang mencerminkan keramahan dan etika pariwisata Indonesia. Pra-asesmen yang dilakukan merupakan bentuk pelatihan mendalam untuk membekali peserta mengenai standar kompetensi yang diakui, baik secara nasional maupun internasional.
“Sertifikasi ini adalah bentuk pengakuan resmi atas kemampuan dan sikap kerja mereka. Kita ingin setiap tenaga kerja pariwisata di Kaltim benar-benar memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” jelasnya.
Upaya standarisasi ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim untuk meningkatkan daya saing daerah di kancah pariwisata regional maupun global, terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang turut memacu kunjungan wisatawan ke wilayah sekitar. Red









