Kab. Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Akan Lindungi dan Lestarikan Bangunan Bersejarah

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas-Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menegaskan komitmen pemerintah daerah melindungi dan melestarikan bangunan bersejarah, yakni Jembatan Besi Tenggarong.

Munculnya wacana menjadikan Jembatan Besi sebagai ikon kota karena memiliki nilai historis dan budaya tinggi sangat diapresiasi oleh Bupati Kukar karena peran aktif masyarakat yang turut mengawal rencana pembangunan dengan menyuarakan pentingnya data dan kajian yang menyeluruh.

Wujud komitmen tersebut, Edi Damansyah telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kukar untuk menggeser rencana lokasi pembangunan jembatan guna melindungi dan melestarikan objek diduga cagar budaya (ODCB), yakni Jembatan Besi yang sebelumnya akan direvitalisasi.

Karena itu rencana revitalisasi urung dilakukan, dan sebagai gantinya akan dilakukan pembangunan jembatan baru yang melintasi Sungai Tenggarong tersebut, tepatnya di arah lurus Jalan Danau Semayang ke Jalan Monumen Barat.

“Pemkab Kukar berkomitmen menjaga sejarah dan bangunan cagar budaya. Saya mengapresiasi peran masyarakat yang melakukan kontrol akan hal ini. Setelah dilakukan kajian ulang, ditetapkan pergeseran pembangunan jembatan sehingga tidak mengganggu jembatan bersejarah,” kata Edi Damansyah minggu (21/4/2025).

Pembangunan jembatan baru ini bertujuan untuk menata kota serta lalu lintas. Mengingat padatnya jalanan sekitar jembatan ini apabila jam sibuk. Edi menegaskan bahwa pemerintah tidak ada tujuan menghilangkan aspek sejarah yang dimiliki jembatan ini. Namun perlu diketahui juga bahwa pemerintah yang memiliki kewenangan untuk menetapkan suatu cagar budaya.

“Jembatan besi ini tidak termasuk cagar budaya. Tapi memang kawasan sekitar monumen Pancasila, Masjid Agung, Gedung Wanita, Kedaton itu adalah kawasan budaya yang telah kita tetapkan.”jelasnya.

Jembatan Besi Tenggarong ini dibangun sejak era penjajahan Belanda sehingga menjadi bagian sejarah dan kehidupan masyarakat di daerah tersebut, baik terkait ekonomi maupun sosial budaya, bahkan menjadi salah satu situs peninggalan sejarah.

Awalnya jembatan ini berbahan dasar kayu yang direnovasi menjadi jembatan besi pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Parikesit, sehingga keberadaannya lebih dari seratus tahun menjadi penghubung bagi warga Kelurahan Melayu dan Kelurahan Panji di Kotaraja Tenggarong.

Jembatan yang memiliki sejarah panjang ini dipertahankan dengan berbagai pertimbangan, antara lain untuk menjaga keberlangsungan situs cagar budaya, termasuk sebagai daya tarik wisata, karena salah satu yang dijual dalam kepariwisataan adalah nilai sejarah, sehingga dipertahankan untuk pejalan kaki.

Edi juga mengapresiasi Dinas PU Kukar yang telah membuat perencanaan dan mengundang para tokoh masyarakat, budayawan terkait pergeseran lokasi untuk rencana pembangunan jembatan yang secara teknis aman dan nyaman untuk masyarakat.

“Saya ingin pekerjaan dilakukan segera supaya lebih cepat selesai karena tidak ada proses bongkar membongkar,” ujarnya.

Bupati Kukar dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembangunan jembatan pendamping ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan infrastruktur. Mengingat usia Jembatan Besi yang sudah cukup tua dan seharusnya memasuki masa perawatan besar (major maintenance).

Sangat tua. Sehingga diperlukan konstruksi dan desain baru, menyesuaikan pelebaran jalan yang kami lakukan. Tidak ada niatan menghilangkan aspek sejarah,” tegas Edi. ADV/DiskominfoKukar/Sup


Bagikan

Related Posts