Samarinda, Solidaritas – PT Pertamina Patra Niaga di Regional Kalimantan melakukan penambahan kuota secara fakultatif sebanyak total 22.400 tabung jelang hari raya Iduladha 2024.
Pertamina juga membuka layanan informasi melalui kontak Pertamina 135 ataupun aplikasi MyPertamina untuk memudahkan konsumen mendapatkan pelayanan.
“Kami berkomitmen akan terus memastikan kebutuhan energi berupa BBM dan LPG bagi masyarakat terpenuhi sehingga jika ada kebutuhan informasi ataupun masukan dan saran, masyarakat dapat menghubungi kontak layanan tersebut dan kami siap membantu,” kata Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, dalam keterangan persnya pada Senin 3 Juni 2024.
Menanggapi keluhan warga yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi, Arya mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga telah melakukan penambahan penyaluran LPG 3 Kg di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya.
Penambahan ini lanjut Arya merupakan bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg bersubsidi di Kota Samarinda yang berpotensi meningkat jelang hari raya.
Sebelumnya lanjut Arya, Pertamina telah menambah sebanyak 17.360 tabung dan besok akan ditambah lagi menjadi 22.400 tabung.
“Total sebanyak 39.760 tabung akan dilakukan secara fakultatif di minggu ini. Bukan tidak mungkin jumlah tersebut akan ditambah lagi seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat jelang hari raya idul adha tahun ini,” jelas Arya.
Sementara itu, untuk kuota subsidi LPG 3 kg di Kota Samarinda, Arya menyampaikan bahwa saat ini kuota masih dalam kondisi aman.
“Total sebanyak 20 agen dan 550 pangkalan LPG 3 kg melayani masyarakat di Kota Samarinda, hingga saat ini dari kuota sekitar 9,7 juta tabung tahun 2024 telah tersalur sekitar 4 juta tabung.
Artinya secara kuota masih ada lebih dari 50% dan kondisi stok saat ini juga dalam keadaan aman,” tambah Arya.
Meskipun kuota dan stok dipastikan aman, namun Pertamina menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan bagi masyarakat dengan ekonomi mampu tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.
“Kami berulang kali menginformasikan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat dengan ekonomi kurang mampu atau miskin,” kata Arya.
“Bagi masyarakat dengan ekonomi mampu harus menggunakan LPG non subsidi yaitu Bright Gas. Saat ini pun penerapan penggunaan KTP untuk membeli LPG 3 kg sudah dijalankan sehingga kedepannya kami harapkan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi bisa lebih tepat sasaran,” tutup Arya. Red








