Samarinda,Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mulai membangun jalan penghubung baru dari KH. Samanhudi menuju Letjend S.Parman (eks Rajawali).
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menargetkan proyek ini akan rampung pada akhir tahun 2023.
“Progresnya mencapai sekitar 30%, dan kami optimis bisa menyelesaikannya sesuai target, meskipun masih ada tantangan dengan pekerjaan tambahan Lean Concrete (LC),” ungkap Fitra.
Fitra menegaskan bahwa jika ada kemungkinan keterlambatan, kontraktor akan dikenakan denda jika tidak memenuhi tenggat waktu pembangunan.
“Proyek ini memiliki anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membangun jalan sepanjang 289 meter,”jelasnya.
Namun, perjalanan pembangunan tidak selalu mulus. Terkait tempat pembuangan sampah (TPS) yang berdekatan dengan lokasi proyek membuat PUPR Pera Kaltim harus mencari solusi. Rencananya, mereka akan memanfaatkan sebagian lahan Pemprov Kaltim untuk memindahkan TPS.
“Kami akan menyesuaikan jalur pengangkutan sampah selama pembangunan berlangsung,” ucapnya.
Selain fokus pada jalan, pihaknya juga akan membangun pagar sebagai langkah untuk mengamankan batas lahan eks bandara yang menjadi lokasi proyek.
“Pagar ini diperlukan untuk melindungi aset lahan eks bandara,” tambahnya. (Pia)









