Kab. Kutai Timur

Bandara Tanjung Bara Disiapkan Jadi Pusat Transportasi Baru, Kutai Timur Masuki Tahap Transformasi Ekonomi

Bagikan

Kutai Timur, Solidaritas – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memasuki fase penting dalam transformasi ekonomi daerah melalui penataan sistem transportasi modern.

Salah satu langkah strategis yang diprioritaskan adalah penyiapan Bandara Tanjung Bara sebagai pusat transportasi udara yang mampu menggerakkan aktivitas bisnis, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat secara lebih efisien.

Kebutuhan akan pusat transportasi udara terintegrasi tercermin dari meningkatnya aktivitas industri dan ekonomi di Kutim dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan penduduk, ekspansi sektor swasta, serta meningkatnya perputaran komoditas industri menunjukkan bahwa Kutim membutuhkan akses transportasi udara yang lebih cepat, stabil, dan berkelanjutan demi mengejar keunggulan kompetitif wilayah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa pengembangan Bandara Tanjung Bara bukan mengikuti tren, tetapi menjawab kebutuhan struktur pembangunan jangka panjang Kutim.

“Kalau kita ingin ekonomi tumbuh lebih besar, infrastrukturnya harus mendukung. Bandara Tanjung Bara akan menjadi tulang punggung konektivitas udara yang mampu menopang ekspansi industri dan mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Langkah pembangunan yang sedang berlangsung mencakup perpanjangan landasan pacu (runway), peningkatan sistem keselamatan penerbangan, pembenahan fasilitas penumpang, serta penyusunan mekanisme operasional penerbangan komersial.

Selain memperkuat mobilitas ekonomi, pembukaan akses penerbangan juga dianggap membawa pengaruh besar pada sektor nonindustri.

Pariwisata, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta sektor jasa diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan karena terbukanya pasar baru dari luar wilayah.

Ardiansyah optimistis bahwa transformasi ekonomi Kutim tidak bisa dipisahkan dari peningkatan konektivitas regional dan nasional.

“Begitu transportasi udara berjalan optimal, kita akan melihat arus modal bergerak lebih cepat, peluang kerja bertambah, dan Kutim menjadi pusat aktivitas ekonomi yang semakin kuat,” lanjutnya.

Jika pengembangan Bandara Tanjung Bara berjalan sesuai rencana, Kutim akan menjadi salah satu daerah yang memiliki pusat transportasi udara dengan fungsi bisnis kuat di kawasan Kalimantan Timur.

Transformasi ini diyakini bukan hanya mempercepat pergerakan ekonomi, tetapi juga menegaskan bahwa Kutim siap memasuki era modernisasi pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan.(ADV)


Bagikan

Related Posts