News

Desa Kersik Padukan Sektor Kelautan dan Pariwisata

Bagikan

Kutai kartanegara,Solidaritas – Pantai Kersik yang terletak di desa Kersik terus dikenal oleh masyarakat luas, bahkan saat ini pantai yang terletak di Kecamatan Marang Kayu ini selalu menjadi tempat kunjungan masyarakat , baik itu masyarakat dari Kecamatan Marang Kayu ataupun masyarakat dari daerah lain di Kutai Kartanegara atau di Kalimantan Timur.

Keindahan alam di pantai Kersik bisa disaksikan antara lain ombaknya yang tenang, hamparan pasir yang bersih, saung dan warung berjejer di sepanjang pantai serta jembatan yang membentang masuk ke laut yang dihiasi dengan lampu – lampu indah dan tulisan – tulisan unik yang menambah nuansa hangat di malam hari, serta terdapat spot foto yang instagramable di pantai ini. Bagi fotografer yang gemar traveling dapat memotret foto kualitas terbaik di pantai ini dengan memanfaatkan beragam objek yang bisa diabadikan.

Jumadi Kepala Desa Kersik kepada media jumat (8/3/2025) mengatakan bahwa Pihaknya terus berupaya memadukan dan mengoptimalkan sektor perikanan dan pariwisata secara bersamaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Untuk mendukung keduanya, berbagai upaya terus dilakukan didarat maupun di laut, untuk didarat pihaknya bersama warga Desa Kersih saat ini sedang giat melakukan penanaman Mangrove sebagai upata menjaga kelestarian hutan mangrrove.

Mangrove lanjut Jumadi berfungsi Melindungi garis pantai dan juga sebagai penghalang alami terhadap badai dan banjir, melindungi garis pantai dari erosi dan membantu mengurangi dampak bencana alam.

“Secara ekonomi, hutan bakau menyediakan peluang mata pencaharian bagi masyarakat pesisir melalui perikanan dan ekowisata . Ikan, kerang, dan sumber makanan lain yang diperoleh dari hutan bakau berperan penting dalam ketahanan pangan masyarakat sekitar,” kata Jumadi.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan penanaman terumbu karang tujuanya adalah untuk menyediakan tempat tinggal, perlindungan, serta lokasi berkembang biak bagi berbagai spesies laut.

“Ekosistem ini menjadi rumah bagi ikan, moluska, krustasea, dan banyak organisme lainnya. Selain itu, terumbu karang menawarkan perlindungan dari predator bagi biota laut yang lebih kecil termasuk menanam terumbu karang buatan,” jelas Jumadi.

“Yang terpenting adalah kami mendorong nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan agar keberlanjutan sumber daya laut tetap terjaga,” ungkap Jumadi.

Ia mengatakan upaya ini bertujuan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan diwilayahnya tanpa merusak lingkungan. Selain itu untuk jangka panjang dapat menjadi obyek, mengingat Desa Kersik memiliki garis pantai yang cukup indah.

“Dengan kekayaan laut yang melimpah serta popularitas wisata memancing milik kami. Kami akan terus berusaha memanfaatkan kedua sektor ini agar saling mendukung dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat khususnya,” jelasnya.

Jumadi mengatakan selain sektor perikanan, wisata bahari di Desa Kersik juga mengalami perkembangan pesat. Dijelaskannya, untuk wisata memancing, saat ini semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah, seperti Samarinda, Bontang, dan Tenggarong.

Ia juga menambahkan, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di Desa Kersik, selama ini Pemerintah Desa (Pemdes) telah membangun infrastruktur dermaga dan melakukan pengerukan sungai agar akses menuju lokasi wisata.

Sehingga dengan sinergi antara sektor perikanan dan sektor pariwisata ia yakin kedua sektor tersebut mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga pesisir.

“Contohnya ketika sektor wisata berkembang, nelayan bisa langsung menjual hasil tangkapannya kepada wisatawan. Sehingga dengan meningkatnya jumlah wisatawan nantinya, pasti kebutuhan ikan segar pun ikut naik, ini akan membuka peluang usaha baru seperti kuliner berbasis hasil laut dan jasa wisata perahu,” tegasmnya. Adv/Diskominfo Kukar/Ar


Bagikan

Related Posts