Samarinda, Pemeritah Kota Samarinda akan segera melibatkan OPD yang ada diprovnsi Kalimantan Timur untuk membahas banjir bandang yang terjadi di Samarinda pada sabtu (16/12/2023) lalu, hal ini dilakukan agar penanganan pasca banjir yang terjadi akibat tanggul yang jebol ini bisa dilakukan secara menyeluruh.
Hal ini diungkapkan Andi Harun Wali Kota Samarinda, di ruang Mankupelas Balaikota Samarinda Pada Senin (18/12/2023) sore, saat memimpin rapat penanganan tanggul/folder yang jebol di perumahan Talang Sari beberapa waktu lalu.
Rapat bersama OPD terkait di pemerintah Propinsi Kaltim dirasa sangat perlu untuk koordinasi sehingga PEmkot Samarinda bisa menggali informasi dan mengevaluasi terjadinya banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Hari ini kita mengumpulkan beberapa stakeholders terhadap kejadian banjir tanggal 16 Desember dan melakukan evaluasi terhadap kejadian banjir yang besar kemarin serta dampak yang timbul, seperti terendamnya sawah seluas 2 hektar dan ada beberapa rumah warga yang terdampak,”kata Andi Harun saat ditemui di Balaikota Samarinda.
Ia menyoroti fakta bahwa banjir pada tanggal 16 Desember merupakan suatu kejadian yang tak terduga, terutama jika dibandingkan dengan upaya penanganan banjir sebelumnya. Upaya penanganan di daerah sekitar Mugirejo Talang Sari hingga Panjaitan dinilai relatif berhasil, dan curah hujan tinggi sebelumnya tidak memberikan dampak sebesar kejadian pada saat itu.
“Dengan adanya kejadian pada tanggal 16 Desember ini menjadi evaluasi Artinya sudah pernah kejadian hujan yang lebih kurang lebatnya volumenya, sama salah satu ciri tanda bahwa keberhasilan itu dari beberapa kali hujan sebelum tanggal 16 itu hampir tidak pernah kejadian banjir sedalam itu,”ucapnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan penanganan drainase di sekitar Panjaitan meskipun diakui masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diselesaika air yang melimpah pada hari kejadian akhirnya surut dalam waktu yang relatif singkat.
“Dengan evaluasi yang dilakukan, drainase kita di Panjaitan relatif berhasil, walaupun masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Sondetan di Sungai Mati juga berhasil,” ungkapnya.
Dalam upaya untuk memahami penyebab jebolnya tanggul, Walikota Andi Harun dan tim teknis melibatkan berbagai dinas terkait seperti BWS, DLH, dan BPBD. Hasil analisis menunjukkan adanya dua titik jebol utama.
“Pertama, jebolnya folder lavender di perumahan Talang Sari, dan kedua, jebolnya Pit tambang yang diduga melibatkan PT Egi dan CV Limbu,” terangnya
Orang nomor satu di Kota Tepian ini menjelaskan fungsi dari folder lavender sebagai penampung air, meskipun ukurannya tidak besar namun telah dianggap cukup selama ini, analisis dari dinas teknis menyoroti perlunya pengangkatan sedimentasi yang lebih maksimal.
“Lalu, kenapa pada tanggal 16 itu bisa banjir? Karena kiriman lumpur dan air yang begitu deras akibat dorongan air dari Pit tambang hingga ke lavender akhirnya yang memenuhi folder lavender bukan hanya air tetapi juga lumpur dan pasir akhirnya kapasitas tampungnya menjadi sangat berkurang karena tidak maksimal daya tampungnya karena melampaui kapasitas akhirnya jebol,” pungkasnya. Pia








