Bisnis

PDC Adopsi Teknologi AI Guna Dongkrak Efisiensi Jasa Penunjang Energi Hingga 49 Persen

Bagikan

Jakarta, Solidaritas – PT Patra Drilling Contractor (PDC) resmi menancapkan kaki dalam era transformasi digital dengan mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing perusahaan di tengah industri energi yang kini sangat bergantung pada pengolahan data cepat dan akurat.
Keseriusan ini dibahas mendalam dalam diskusi bertajuk “Pengenalan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja” di PDC Tower, Jakarta, Kamis (4/6). Acara tersebut menghadirkan Ahmad R. Djarkasih, Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sebagai pembicara utama.
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, menegaskan bahwa dinamika industri jasa penunjang energi saat ini menuntut tiga aspek utama: kecepatan, akurasi, dan keputusan berbasis data.
“AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus mendukung efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek tata kelola dan keselamatan kerja,” jelas Agam.
Di internal PDC sendiri, cetak biru pemanfaatan AI akan disuntikkan ke dalam berbagai lini krusial, meliputi:
  • Evaluasi Tender dan Analisis Kontrak: Mempercepat proses peninjauan dokumen hukum dan bisnis.
  • Pengolahan Dokumen Massal: Mengurangi beban kerja manual secara signifikan.
  • Aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment): Menggunakan pemrosesan bahasa alami (natural language processing) dan data berbasis konteks untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja di lapangan.
Penerapan AI ini bukan sekadar mengikuti tren. Berdasarkan data yang dibagikan oleh Ahmad R. Djarkasih dari Telkom Indonesia, implementasi AI di berbagai sektor terbukti mampu memangkas efisiensi waktu dan biaya operasional rata-rata hingga 49,1 persen. Tidak hanya itu, teknologi ini juga berpotensi membuka keran pendapatan baru bagi perusahaan sebesar 58 persen.
“Nilai terbesar AI bukan hanya pada otomatisasi pekerjaan, tetapi pada kemampuannya mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat, akurat, dan terukur,” papar Ahmad.
Meskipun teknologi AI menawarkan lompatan besar, PDC menyadari bahwa kunci utama keberhasilan transisi ini berada pada kesiapan manusianya. Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, mengingatkan bahwa infrastruktur yang canggih wajib diimbangi oleh ekosistem digital yang sehat.
“Transformasi digital bukan semata-mata tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membangun kesiapan organisasi melalui pengelolaan data yang baik, sistem yang terintegrasi dengan keamanan yang terpadu, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia,” pungkas Harmeiya.
Melalui komitmen ini, PDC bersiap membangun fondasi bisnis masa depan yang lebih adaptif, kokoh, dan siap bersaing di kancah industri energi modern. Red

Bagikan

Related Posts