Samarinda, Solidaritas- Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, resmi memutuskan mengembalikan mobil dinas baru hasil pengadaan APBD Perubahan 2025 senilai Rp8,49 miliar. Keputusan itu diumumkan dalam jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (2/3/2026), menyusul polemik yang mengemuka di media sosial.
Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan kendaraan jenis Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e tersebut baru menjalani serah terima pada 20 November 2025. Namun, unit itu dipastikan belum pernah digunakan untuk operasional di Kalimantan Timur.
“Unitnya masih berada di Kantor Badan Penghubung Kaltim di Jakarta dan masih berpelat dealer. Karena belum pernah digunakan, Bapak Gubernur memerintahkan KPA dan PPK segera memproses pengembaliannya,” ujar Faisal.
Menurut dia, proses administrasi pembatalan telah berjalan sejak Jumat pekan lalu. Pemerintah Provinsi Kaltim telah bersurat kepada penyedia, CV Afisera Samarinda, dan pada 28 Februari 2026 perusahaan tersebut menyatakan kesediaan menerima kembali unit dimaksud.
Sesuai mekanisme yang berlaku, setelah kendaraan diserahkan kembali, penyedia wajib mengembalikan dana sebesar Rp8.499.936.000 ke kas daerah paling lambat 15 hari. Targetnya, seluruh proses rampung sebelum 20–22 Maret 2026 agar dapat tercatat dalam laporan keuangan Pemprov Kaltim sebelum batas akhir 31 Maret.
“Langkah ini adalah bentuk komitmen terhadap prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Bapak Gubernur berterima kasih atas kritik konstruktif masyarakat. Menjaga integritas dan kebersamaan jauh lebih penting daripada fasilitas mewah,” tegas Faisal.
Direktur CV Afisera Samarinda, Subhan, menyatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut. Ia menjelaskan pengadaan telah melalui mekanisme resmi, termasuk kajian regulasi bersama Sekretaris Daerah, BPKAD, biro umum, serta KPA dan PPK.
“Pemprov merespons aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan banyak hal. Regulasi memungkinkan pengembalian selama penyedia bersedia. Kami menyatakan siap menerima kembali unit tersebut dan mengembalikan dana sesuai ketentuan,” katanya.
Subhan menambahkan, kendaraan itu dalam kondisi baru dan belum digunakan. Ia menyebut model tersebut merupakan varian tertinggi dengan teknologi plug-in hybrid, menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk efisiensi dan kenyamanan.
Terkait operasional gubernur, Faisal memastikan tidak ada kendala berarti. Rudy Mas’ud akan menggunakan kendaraan dinas yang tersedia atau kendaraan pribadi, terutama saat meninjau medan berat di daerah.
“Beliau memang gemar turun langsung ke lapangan, bahkan sering menyetir sendiri untuk merasakan kondisi infrastruktur,” pungkasnya. Red









