{"id":9929,"date":"2026-02-19T14:54:31","date_gmt":"2026-02-19T14:54:31","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=9929"},"modified":"2026-02-19T14:54:31","modified_gmt":"2026-02-19T14:54:31","slug":"korupsi-lahan-transmigrasi-rp500-miliar-dua-mantan-kadistamben-kukar-resmi-ditahan-kejati-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/02\/19\/korupsi-lahan-transmigrasi-rp500-miliar-dua-mantan-kadistamben-kukar-resmi-ditahan-kejati-kaltim\/","title":{"rendered":"Korupsi Lahan Transmigrasi Rp500 Miliar, Dua Mantan Kadistamben Kukar Resmi Ditahan Kejati Kaltim"},"content":{"rendered":"<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIAxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><strong>Samarinda, Solidaritas &#8211; <\/strong>Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) resmi menetapkan dua mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tersangka korupsi besar di sektor pertambangan. Tragedi hukum ini diduga merugikan negara hingga setengah triliun rupiah.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIAxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Penetapan tersangka dilakukan pada Kamis (19\/02\/2026) dini hari pukul 00.01 WITA. Kedua tersangka adalah BH, Kadistamben Kukar periode 2009\u20132010, dan ADR, Kadistamben periode 2010\u20132013.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kepala Kejati Kaltim melalui Kasi Penkum, Toni Yuswanto, mengungkapkan bahwa kedua tersangka diduga menyalahgunakan wewenang dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP).<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Izin tersebut diterbitkan di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi di wilayah Tenggarong Seberang tanpa persetujuan kementerian terkait. Akibatnya, tiga perusahaan yakni PT. JMB (PT Jembayan Muarabara), PT. ABE (Arzara Baraindo Energitama), dan PT. KRA (Kemilau Rindang Abadi) leluasa mengeruk batubara di atas lahan milik negara secara ilegal.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cPerizinan yang tidak sah ini memungkinkan aktivitas penambangan di lahan transmigrasi tanpa izin kementerian, sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara yang sangat besar,\u201d jelas Toni.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Sementara itu Kasidik Pidsus Kejati Kaltim, Danang Prasetyo Dwiharjo, menambahkan bahwa kawasan tersebut sebenarnya telah ditetapkan sebagai wilayah transmigrasi sejak tahun 1980-an. Meski sudah ada teguran pada tahun 2011, aktivitas penambangan tetap dibiarkan berjalan hingga 2012.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">\u201cKerugian negara diperkirakan mencapai Rp500 miliar. Angka ini berasal dari nilai batubara yang dijual secara tidak sah serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan,\u201d tegas Danang.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><br data-serialized-params=\"[]\" data-complete=\"true\" \/>Usai menjalani pemeriksaan intensif, BH dan ADR langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda untuk 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan karena ancaman pidana di atas lima tahun serta kekhawatiran tersangka menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 603 dan 604 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 juncto UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" aria-owns=\"action-menu-parent-container\">Kejati Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengusut tuntas alur perizinan ini. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pejabat publik dalam mengelola aset negara, khususnya di sektor pertambangan yang rawan praktik lancung. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas &#8211; Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) resmi menetapkan dua mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tersangka korupsi besar di sektor pertambangan. Tragedi hukum ini diduga merugikan negara hingga setengah triliun rupiah. Penetapan tersangka dilakukan pada Kamis (19\/02\/2026) dini hari pukul 00.01 WITA. Kedua tersangka adalah BH, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9930,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-9929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9929"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9931,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9929\/revisions\/9931"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}