{"id":9732,"date":"2026-02-02T01:04:44","date_gmt":"2026-02-02T01:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=9732"},"modified":"2026-02-02T01:04:44","modified_gmt":"2026-02-02T01:04:44","slug":"ancaman-monster-hijau-di-nadi-wisata-kutai-kartanegara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/02\/02\/ancaman-monster-hijau-di-nadi-wisata-kutai-kartanegara\/","title":{"rendered":"Ancaman &#8220;Monster&#8221; Hijau di Nadi Wisata Kutai Kartanegara"},"content":{"rendered":"<div class=\"otQkpb\" role=\"heading\" aria-level=\"3\" data-animation-nesting=\"\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" data-sae=\"\"><strong>Kutai Kartanegara, Solidaritas &#8211;<\/strong>\u00a0Di balik ketenangan aliran anak Sungai Mahakam yang menjadi urat nadi penghubung Desa Wisata Pela dan Desa Wisata Sangkuliman, tersimpan ancaman yang datang dari balik permukaan air. Warga menyebutnya <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kumpai<\/em> atau <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Nabung<\/em>\u2014gulma air raksasa yang kerap meluncur bebas tanpa kendali, bertransformasi menjadi &#8220;monster&#8221; bagi siapa saja yang menggantungkan hidup di perairan ini.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Suasana di perbatasan Danau Semayang, Kecamatan Kota Bangun, belakangan ini tak lagi tenang. Deru mesin perahu <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">ces<\/em> bersahutan dengan teriakan warga yang bahu-membahu melakukan gotong royong. Mereka tidak sedang mencari ikan, melainkan sedang &#8220;berperang&#8221; mendorong gundukan gulma raksasa agar tidak merangsek masuk ke Sungai Pela.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Dengan keahlian navigasi yang mumpuni, warga mengarahkan kumpulan tanaman yang saling mengunci ini menuju Danau Saguntur\u2014sebuah kawasan perairan luas yang jauh dari pemukiman.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">&#8220;Kami setiap hari gotong royong. Gulma ini sangat membahayakan bagi warga yang memiliki keramba di perairan sini,&#8221; ujar Muhammad Arfan, Staf Desa Sangkuliman.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Nabung<\/em> bukanlah tanaman biasa. Saat musim kemarau, ia tumbuh pesat di daratan rawa. Begitu air Mahakam mulai pasang, ia terangkat dan hanyut terbawa arus dalam volume yang masif. Berat dan tekanannya mampu menghancurkan apa saja yang dilewatinya,\u00a0 dermaga, jembatan, hingga keramba ikan milik nelayan.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Alfi, salah satu warga setempat, menunjukkan bagaimana akses menuju Kenohan kini tertutup total oleh &#8220;pulau hijau&#8221; ini. &#8220;Baru saja saat kemarau jalan terbuka, sekarang tertutup gulma. Kami terpaksa buka jalan lagi,&#8221; keluhnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Demi menyambung mobilitas, warga terpaksa mengambil jalur memutar, merayap di celah sempit di antara pepohonan di atas danau. Sebuah upaya darurat agar urat nadi ekonomi tidak benar-benar putus.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Sektor perikanan menjadi yang paling terpukul. Sugian, seorang nelayan keramba, menceritakan betapa mencekamnya saat <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Nabung<\/em> besar mendekati jaring-jaring ikannya. &#8220;Ukurannya besar, makanya dipotong-potong pakai parang sama orang kampung. Pak Kades juga turun tangan. Kalau dibiarkan, habis keramba kami,&#8221; tuturnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Tak hanya ikan, sektor pariwisata yang sedang naik daun di wilayah ini pun ikut layu. Kapal wisata berbadan besar yang biasanya membawa pelancong mengamati Pesut Mahakam kini &#8220;mati kutu&#8221;. Kapal-kapal itu tak sanggup menembus barikade gulma, sehingga peran mereka terpaksa digantikan oleh perahu motor kecil.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">&#8220;Objek wisata kami terancam sepi di bulan-bulan seperti ini. Jika air bertahan (dangkal), gulma ini bisa terjebak berbulan-bulan di sini,&#8221; kata Rojali, penggiat wisata Sangkuliman.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Meski dianggap sebagai musuh transportasi dan ekonomi, <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Nabung<\/em> menyisakan sisi lain yang menarik. Menurut Rojali, saat diarahkan ke Teluk Mantaba, gulma ini berubah peran menjadi habitat bagi biota air.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDhAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Di sela-sela akarnya yang rimbun, ikan-ikan kecil bertelur dan berkembang biak. Secara jangka panjang, keberadaan gulma di lokasi yang tepat diharapkan membawa manfaat ekologis bagi kelestarian satwa endemik kebanggaan Kaltim, Pesut Mahakam.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDhAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\" aria-owns=\"action-menu-toolbar\">Kini, warga Desa Pela dan Sangkuliman hanya bisa berharap pada alam; agar debit air segera stabil dan arus membawa sang &#8220;monster&#8221; pergi, menyisakan ruang bagi perahu dan wisatawan untuk kembali melintas. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegara, Solidaritas &#8211;\u00a0Di balik ketenangan aliran anak Sungai Mahakam yang menjadi urat nadi penghubung Desa Wisata Pela dan Desa Wisata Sangkuliman, tersimpan ancaman yang datang dari balik permukaan air. Warga menyebutnya Kumpai atau Nabung\u2014gulma air raksasa yang kerap meluncur bebas tanpa kendali, bertransformasi menjadi &#8220;monster&#8221; bagi siapa saja yang menggantungkan hidup di perairan ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9733,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-9732","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutai-kartanegara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9732","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9732"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9732\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9734,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9732\/revisions\/9734"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9733"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9732"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9732"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9732"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}