{"id":9687,"date":"2026-01-28T15:50:09","date_gmt":"2026-01-28T15:50:09","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=9687"},"modified":"2026-01-28T15:51:59","modified_gmt":"2026-01-28T15:51:59","slug":"ksop-samarinda-tindak-tegas-penabrak-jembatan-mahulu-ganti-rugi-penuh-dan-evaluasi-pengolongan-24-jam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/01\/28\/ksop-samarinda-tindak-tegas-penabrak-jembatan-mahulu-ganti-rugi-penuh-dan-evaluasi-pengolongan-24-jam\/","title":{"rendered":"KSOP Samarinda Tindak Tegas Penabrak Jembatan Mahulu,  Ganti Rugi Penuh dan Evaluasi Pengolongan 24 Jam"},"content":{"rendered":"<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><strong class=\"Yjhzub\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Samarinda, Solidaritas<\/strong> \u2013 Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mengambil langkah tegas menyusul rentetan insiden kapal tongkang yang menghantam pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Dalam rapat koordinasi lintas instansi bersama Ditpolairud pada Rabu (28\/1\/2026), dipastikan bahwa perusahaan pemilik kapal akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan fasilitas publik tersebut.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Kepala <span class=\"T286Pc\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">KSOP Kelas I Samarinda<\/span>, Mursidi, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggar untuk lepas tangan. Ia menyatakan bahwa setiap kejadian pelayaran yang merusak fasilitas umum memiliki konsekuensi hukum yang jelas dan telah disepakati oleh seluruh pihak terkait.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBhAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">\u201cPenabrak bertanggung jawab dan sudah menyatakan siap mengganti kerusakan. Ini berlaku untuk kejadian tanggal 23 Desember, 4 Januari, termasuk insiden terakhir pada hari Minggu,\u201d ujar Mursidi dengan nada lugas.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><br data-serialized-params=\"[]\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\" \/>Meskipun nilai ganti rugi saat ini masih dalam tahap penghitungan oleh dinas teknis, Mursidi mengungkapkan bahwa komitmen perusahaan mencakup perbaikan menyeluruh. Bahkan, terdapat rencana pembangunan fasilitas baru di kawasan Mahulu untuk mengganti vendor atau sarana yang rusak akibat benturan tersebut.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">\u201cYang jelas, fasilitas yang rusak akan diganti, bahkan nantinya akan dibangun yang baru, termasuk di kawasan Mahulu,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Selain masalah ganti rugi, KSOP melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem &#8220;pengolongan&#8221; atau melintas di bawah jembatan. Pembatasan jam operasional selama ini dinilai memicu penumpukan kapal di sekitar jembatan, yang meningkatkan risiko kecelakaan akibat kapal tambat di lokasi yang tidak direkomendasikan.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Sebagai langkah mitigasi, KSOP kini membuka opsi pengolongan hingga 24 jam penuh dengan dukungan teknis ekstra. \u201cPada kondisi air surut pun, kedalaman sebenarnya masih memungkinkan dengan dukungan teknis seperti penambahan <em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">tug assist<\/em>,\u201d tambahnya.<\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIChAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Guna memastikan insiden serupa tidak terulang, ke depan akan diberlakukan kebijakan penambahan kapal pengawal (<em class=\"eujQNb\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">escort<\/em>) sebagai pengamanan sementara. Langkah ini diharapkan menjadi &#8220;perisai&#8221; bagi jembatan-jembatan di Samarinda, sekaligus memastikan urat nadi transportasi sungai tetap berjalan lancar dan aman. (<strong class=\"Yjhzub\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Red<\/strong>)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas \u2013 Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda mengambil langkah tegas menyusul rentetan insiden kapal tongkang yang menghantam pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Dalam rapat koordinasi lintas instansi bersama Ditpolairud pada Rabu (28\/1\/2026), dipastikan bahwa perusahaan pemilik kapal akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan fasilitas publik tersebut. Kepala KSOP Kelas I [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9691,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9687"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9690,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9687\/revisions\/9690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9691"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}