{"id":9372,"date":"2026-01-09T16:24:58","date_gmt":"2026-01-09T16:24:58","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=9372"},"modified":"2026-01-09T16:24:58","modified_gmt":"2026-01-09T16:24:58","slug":"drama-di-gang-mandiri-saat-sang-ibu-berpura-pura-menjadi-penyelamat-bayinya-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2026\/01\/09\/drama-di-gang-mandiri-saat-sang-ibu-berpura-pura-menjadi-penyelamat-bayinya-sendiri\/","title":{"rendered":"Drama di Gang Mandiri: Saat Sang Ibu Berpura-pura Menjadi Penyelamat Bayinya Sendiri"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda Solidaritas &#8211; <\/strong><span class=\"T286Pc\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\">Bagaikan Menonton Telenovela Hidup, inilah peribahasa yang layak digunakan untuk menyebut kejadian yang penuh intrik, skenario bohong yang dilakukan seseorang ibu warga jalan Gerilya, Gang Mandiri RT 110 pada <\/span>Kamis pagi (8\/1\/2026), warga Jalan Gerilya, Gang Mandiri RT 110,.<\/p>\n<p>Aksi Heroik diperlihatkan oleh D (31) seorang wanita yang saat itu memperlihatkan wajah cemas, ia mengaku menemukan sesosok bayi laki-laki yang masih merah dengan tali pusar menempel, tergeletak di sebuah parit. Aksi &#8220;penyelamatan&#8221; itu terekam ponsel warga, viral, dan menuai simpati luas di media sosial.<\/p>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Namun, hanya dalam waktu 24 jam, drama bak telenovela itu runtuh. Jumat (9\/1\/2026), Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang mengungkap fakta pahit: Wanita yang berpura-pura menjadi penolong itu nyatanya adalah ibu kandung sang bayi, yang sengaja membuang darah dagingnya sendiri.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa penetapan D sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan kejanggalan dalam keterangannya. Alibi D sebagai penemu pertama dipatahkan oleh bukti-bukti kuat dan hasil gelar perkara.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIBxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">\u201cYang bersangkutan sempat berpura-pura menolong dan seolah tidak tahu-menahu. Tapi setelah ditelusuri, semua bukti mengarah ke dia. Perannya dalam pembuangan bayi sudah jelas,\u201d tegas AKP Aksarudin kepada media Jumat (9\/01\/2026)<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Lebih lanjut D diketahui melahirkan bayinya secara mandiri di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 01.00 WITA. Takut akan tangisan bayi yang bisa memancing perhatian warga, ia meletakkan bayi tersebut di parit tak jauh dari rumahnya. Tak lama kemudian, ia kembali ke lokasi untuk &#8220;menemukan&#8221; bayi itu kembali sebagai bagian dari skenario untuk mengaburkan jejak.<\/div>\n<div class=\"Fsg96\" data-sfc-cp=\"\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Di balik sandiwara tersebut, terselip motif klasik yang memilukan: kemiskinan ekstrem. D mengakui keputusannya membuang bayi tersebut dipicu oleh ketidakmampuan ekonomi untuk merawat dua anak sekaligus.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEICxAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Tersangka D diketahui hidup tanpa suami yang mendampingi. Ia sudah memiliki seorang anak pertama yang masih berusia 1,5 tahun. Bayangan harus menghidupi dua balita sendirian tanpa pekerjaan tetap membuatnya gelap mata dan terjerembap dalam kepanikan akut.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">\u201cPelaku mengaku kesulitan ekonomi dan merasa tidak mampu mengasuh dua anak. Ia membesarkan anak pertamanya tanpa suami, yang juga merupakan ayah dari anak yang dibuangnya ini,\u201d jelas Kapolsek.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDRAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Meski sempat mengecoh warga dengan aktingnya, D kini tak berkutik. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa pakaian dan rekaman video yang menjadi kunci pengungkapan kasus ini. Sementara sang bayi beruntung masih bisa diselamatkan dan kini dalam perawatan medis serta pendampingan Dinas Sosial.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIDxAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIEBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">Walau dilatarbelakangi tekanan hidup yang berat, pihak kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan. D kini dijerat dengan Pasal terkait Perlindungan Anak dan penelantaran dengan ancaman pidana penjara.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIEBAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIERAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\">\u201cMotif apa pun tidak menghapus unsur pidananya. Proses hukum akan tetap kami lanjutkan,\u201d tutup AKP Aksarudin.<\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIERAA\" data-processed=\"true\" data-complete=\"true\"><\/div>\n<div class=\"Y3BBE\" data-sfc-cp=\"\" data-hveid=\"CAEIEhAA\" data-complete=\"true\" data-processed=\"true\">Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi warga Kota Tepian. Di balik viralnya sebuah video &#8220;penyelamatan&#8221;, terkadang tersimpan jeritan keputusasaan seorang ibu yang merasa harus &#8220;membuang&#8221; masa depannya demi bertahan hidup di tengah impitan ekonomi. Red<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda Solidaritas &#8211; Bagaikan Menonton Telenovela Hidup, inilah peribahasa yang layak digunakan untuk menyebut kejadian yang penuh intrik, skenario bohong yang dilakukan seseorang ibu warga jalan Gerilya, Gang Mandiri RT 110 pada Kamis pagi (8\/1\/2026), warga Jalan Gerilya, Gang Mandiri RT 110,. Aksi Heroik diperlihatkan oleh D (31) seorang wanita yang saat itu memperlihatkan wajah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9353,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":["post-9372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9373,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9372\/revisions\/9373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}