{"id":8797,"date":"2025-11-14T10:49:34","date_gmt":"2025-11-14T10:49:34","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=8797"},"modified":"2025-12-10T10:52:00","modified_gmt":"2025-12-10T10:52:00","slug":"tak-ada-penolakan-program-bantuan-rumah-layak-kutim-justru-kebanjiran-permohonan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/11\/14\/tak-ada-penolakan-program-bantuan-rumah-layak-kutim-justru-kebanjiran-permohonan\/","title":{"rendered":"Tak Ada Penolakan, Program Bantuan Rumah Layak Kutim Justru Kebanjiran Permohonan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Timur, Solidaritas<\/strong>&#8211; Program bantuan rumah layak atau RTLH di Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2025 menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Alih-alih menolak, warga justru terus mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan hunian yang lebih layak. Pemerintah juga menargetkan pembangunan dan rehabilitasi total 700 unit rumah pada tahun ini.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Akhmad Iip Makruf, menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada satu pun penerima bantuan yang meminta agar bantuan diganti dengan uang.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada warga yang menolak. Justru mereka banyak yang mengajukan permohonan rumah layak,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Program RTLH tahun ini mencakup pembangunan 200 unit rumah baru dengan standar desain knockdown ramah lingkungan, serta 500 unit rumah yang akan diperbaiki secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta kawasan kumuh yang memerlukan peningkatan kualitas lingkungan.<\/p>\n<p>Iip menjelaskan bahwa target program ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Bupati Kutim dalam penyediaan hunian layak.<\/p>\n<p>\u201cSelama lima tahun, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 rumah baru. Tahun ini merupakan lanjutan program tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Terkait persebaran di kecamatan, data lengkap masih dalam proses penyusunan. Namun Iip memastikan program ini akan menjangkau 18 kecamatan hingga masa program berakhir. Tahun sebelumnya, beberapa pembangunan telah dilaksanakan di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.<\/p>\n<p>Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp116 juta untuk pembangunan satu unit rumah baru. Sementara itu, untuk rehabilitasi rumah lama, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta. Perbaikan dipastikan mencakup hampir seluruh bagian struktur rumah.<\/p>\n<p>\u201cDengan besaran anggaran itu, kita tidak hanya memperbaiki atap atau dinding saja. Hampir seluruh bangunan kita perbaiki sehingga hasilnya benar-benar layak huni,\u201d terang Iip.<\/p>\n<p>Iip menyebut bahwa rehabilitasi berskala besar baru dimulai pada 2025, sedangkan pembangunan rumah baru telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Total 120 unit rumah telah dibangun pada 2024. Pemerintah memastikan tren positif ini akan terus dilanjutkan. (ADV)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Timur, Solidaritas&#8211; Program bantuan rumah layak atau RTLH di Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2025 menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Alih-alih menolak, warga justru terus mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan hunian yang lebih layak. Pemerintah juga menargetkan pembangunan dan rehabilitasi total 700 unit rumah pada tahun ini. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Akhmad [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8798,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[37],"tags":[],"class_list":["post-8797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutai-timur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8797"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8799,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8797\/revisions\/8799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}