{"id":8778,"date":"2025-12-10T01:38:25","date_gmt":"2025-12-10T01:38:25","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=8778"},"modified":"2025-12-10T01:38:25","modified_gmt":"2025-12-10T01:38:25","slug":"mentan-kabapanas-2027-papua-sudah-bisa-mandiri-pangan-seperti-pulau-lainnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/12\/10\/mentan-kabapanas-2027-papua-sudah-bisa-mandiri-pangan-seperti-pulau-lainnya\/","title":{"rendered":"Mentan\/Kabapanas: 2027 Papua Sudah Bisa Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jayapura, Solidaritas<\/strong> \u2014 Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Papua sedang memasuki babak baru pembangunan pangan. Dengan percepatan program cetak sawah, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor, Papua diproyeksikan mulai mandiri pangan pada 2027 dan sepenuhnya sejajar dengan pulau-pulau lain di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.<\/p>\n<p>\u201cMimpi kita adalah Papua mandiri pangan. Tidak lagi bergantung pasokan dari Makassar atau Jawa. Papua harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena kalau kita ngangkut dari daerah lain, itu biaya transportasinya ditanggung oleh masyarakat,\u201d kata Mentan Mentan Amran saat kegiatan penyaluran beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9\/12\/2025).<\/p>\n<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa kebutuhan pangan Papua mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun, sementara kapasitas produksi lokal baru sekitar 120\u2013124 ribu ton. Kekurangan sekitar 500 ribu ton inilah yang tengah dikejar melalui ekspansi sawah dan intensifikasi lahan.<\/p>\n<p>Untuk itu, Mentan Amran menyampaikan bahwa cetak sawah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan Papua. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan penambahan sawah baru masing-masing sekitar 20 ribu hektare di wilayah Papua, 50 ribu hektare di Papua Selatan, 17 ribu hektare di Papua Barat Daya, serta potensi tambahan di Sorong dan Papua Barat, maka dalam 5\u201310 tahun Papua tidak lagi mengalami defisit pangan.<\/p>\n<p>\u201cSolusi permanen ke depan, kita cetak sawah 100 ribu hektare. Kalau langkah ini konsisten, persoalan pangan Papua akan selesai. Tidak ada lagi permasalahan beras. Itu solusi permanen kita,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam kunjungannya ke Papua, Mentan Amran juga menekankan bahwa pangan adalah fondasi stabilitas bangsa. Di tengah dunia yang menghadapi krisis energi hingga krisis pangan, ia kembali mengingatkan bahwa ketika pangan bermasalah, sebuah negara dapat terdorong ke krisis sosial bahkan politik.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, langkah cepat dan permanen terus digeber melalui penyaluran beras SPHP (stabilitas pasokan dan harga pangan), pembangunan fasilitas gudang wilayah yang belum memiliki fasilitas penyimpanan, dan peningkatan kapasitas produksi pangan lokal. Papua Raya\u2014yang mencakup Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Pegunungan\u2014sudah dialokasikan lahan sekitar 100 ribu hektare yang akan digenjot pembangunannya pada 2025\u20132026.<\/p>\n<p>\u201dKrisis kesehatan COVID-19, kita bertahan. Krisis lainnya, mampu bertahan. Tapi kalau krisis pangan terjadi, akan melompat krisis politik. Tidak ada satu negara di dunia mampu bertahan kalau pangan bermasalah. Oleh karena itu, langkah cepat kita adalah SPHP, kita bangun gudang, dan solusi permanen ke depan adalah produksi dalam wilayah sendiri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, dalam dialog bersama masyarakat Papua, Mentan Amran juga mendengarkan aspirasi petani, peternak, hingga kelompok adat. Ia menanggapi satu per satu permintaan mulai dari bibit jagung, sarana mekanisasi, pengembangan kakao, kopi, kelapa, hingga penguatan peternakan rakyat. Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayapura, Solidaritas \u2014 Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Papua sedang memasuki babak baru pembangunan pangan. Dengan percepatan program cetak sawah, dukungan logistik, dan kolaborasi lintas sektor, Papua diproyeksikan mulai mandiri pangan pada 2027 dan sepenuhnya sejajar dengan pulau-pulau lain di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. \u201cMimpi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8779,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8778"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8781,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8778\/revisions\/8781"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}