{"id":6024,"date":"2025-05-27T15:21:45","date_gmt":"2025-05-27T14:21:45","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=6024"},"modified":"2025-06-04T13:35:17","modified_gmt":"2025-06-04T12:35:17","slug":"pemkab-kukar-dan-desa-liang-ulu-bersinergi-menangani-stunting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/05\/27\/pemkab-kukar-dan-desa-liang-ulu-bersinergi-menangani-stunting\/","title":{"rendered":"Pemkab Kukar dan Desa Liang Ulu Bersinergi Menangani Stunting"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Kartanegara, Solidaritas<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dikenal gencar dalam menangani stunting. Keberhasilan ini terlihat dari penurunan angka stunting di Kukar sebesar 14 persen pada 2024, dari sebelumnya 17,4 persen ditahun 2023.<\/p>\n<p>Dariitu sejalan dengan visi dan misi pemkab Kukar,\u00a0Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, memprioritaskan penanganan stunting sebagai program utama.<\/p>\n<p>Mulyadi, Kepala Desa Liang Ulu,\u00a0 menyatakan bahwa desanya masih memiliki kasus stunting,karena desa Liang Ulu termasuk dalam desa kategori dengan kasus stunting sehingga fokus awal diarahkan pada peningkatan gizi anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cYang menjadi prioritas kami saat ini adalah penurunan angka stunting. Program penambahan gizi untuk anak-anak terus kami dorong, karena kami termasuk desa yang masih terdapat kasus stunting,\u201d kata Mulyadi, selasa (27\/5\/2025) di hotel Elt Tenggarong .<\/p>\n<p>Lebih lanjut Mulyadi mengatakan bahwa Desa Liang Ulu terus meningkatkan kegiatan berbasis masyarakat untuk menurunkan angka stunting, seperti: menggiatkan kegiatan Dasawisma, kegiatan ini melibatkan masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pencegahan stunting.<\/p>\n<p>Kemudian membentuk kader kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dan gizi bagi balita dan ibu hamil, dan tentunya berkerjasama dengan Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu yang ada di Desa Liang Ulu.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk tahun Anggaran 2025 rencananya akan ada 3 Posyandu baru yang akan kami bangun, tujuanya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan dan gizi bagi balita dan ibu hamil khususnya yang ada didesa desa diwilayah desa Liang Ulu,&#8221; jelas Mulyadi.<\/p>\n<p>Selain itu ada juga pembentukan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) tujuan Program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan.\u00a0Dengan kegiatan-kegiatan ini, Desa Liang Ulu berharap dapat meningkatkan pengawasan dan menurunkan angka stunting di masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu sebagai bentuk dan dukungan pencegahan\u00a0Stunting, Pemerintah Kabupaten Kukar telah mengeluarkan peraturan bupati tentang pencegahan dan penanganan stunting, serta menjalankan program-program intervensi spesifik untuk mengatasi masalah stunting di tingkat desa dan kelurahan.<\/p>\n<p>Program tersebut dengan mengeluarkan aturan pengelolaan dana RT, untuk desa Liang Ulu, telah menerima dana sebesar Rp50 juta per tahun untuk setiap Rukun Tetangga (RT), yang dikelola secara transparan sesuai dengan Peraturan Daerah untuk mendukung kegiatan pembangunan di tingkat RT.<\/p>\n<p>Dengan adanya program-program ini, diharapkan angka stunting di Kabupaten Kukar dapat terus menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat. ADV\/DPMDKukar\/Pia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegara, Solidaritas &#8211; Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dikenal gencar dalam menangani stunting. Keberhasilan ini terlihat dari penurunan angka stunting di Kukar sebesar 14 persen pada 2024, dari sebelumnya 17,4 persen ditahun 2023. Dariitu sejalan dengan visi dan misi pemkab Kukar,\u00a0Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, memprioritaskan penanganan stunting sebagai program utama. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6026,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[174],"tags":[],"class_list":["post-6024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemdes-kutai-kartanegara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6027,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6024\/revisions\/6027"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}