{"id":6008,"date":"2025-06-01T20:21:37","date_gmt":"2025-06-01T19:21:37","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=6008"},"modified":"2025-06-02T02:29:00","modified_gmt":"2025-06-02T01:29:00","slug":"kelurahan-maluhu-kembangkan-wisata-alam-di-waduk-sumberejo-dan-goa-maria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/06\/01\/kelurahan-maluhu-kembangkan-wisata-alam-di-waduk-sumberejo-dan-goa-maria\/","title":{"rendered":"Kelurahan Maluhu Kembangkan Wisata Alam di Waduk Sumberejo dan Goa Maria"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai Kartanegara,Solidaritas<\/strong> &#8211; Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ternyata memiliki potensi pariwisata alam yang cukup menakjubkan, dengan dua destinasi wisata yang sangat menarik, yaitu Waduk Sumberejo dan Gua Maria, yang saat ini terus dibenahi dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan daya tariknya, sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Kecamatan Maluhu dan menjadi salah satu andalan pariwisata Kukar.<\/p>\n<p>\u201cAda destinasi wisata baru yang sedang disiapkan, yaitu Waduk Sumberejo itu viewnya (pemandangannya) sangat bagus dan lokasinya sangat strategis, saya yakin itu bisa menjadi potensi wisata yang menarik di Kelurahan Maluhu di kemudian hari,\u201dkata Tri Joko Sukoco, Lurah Maluhu kepada Solidaritas di Vila Kaning Park minggu (1\/06\/2025).<\/p>\n<p>Waduk Sumberejo memiliki luas sekitar lima hektar dengan lebar 30 meter. Luasan ini dinilai cukup untuk dijadikan sebuah obyek wisata dengan segala fasilitas kelengkapannya.<\/p>\n<p>Tri Joko mengatakan bahwa waduk tersebut sudah diresmikan oleh bapak Bupati beberapa waktu lalu dan Bupati setuju jika waduk ini dikembangkan sebagai tempat wisata air.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah komunikasi dengan Dispar. Kami koordinasikan terus agar cepat dikembangkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain Waduk Sumberejo, Tri Joko juga menyebutkan jika terdapat juga Gua Maria sebagai destinasi wisata religi yang unik dan menarik. Gua tersebut merupakan tempat ibadah umat Katolik yang sudah banyak dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.<\/p>\n<p>\u201cNah, dari teman-teman Nusa Tenggara Timur itu rata-rata kesana. Bahkan ada tokoh-tokoh nasional sudah berkunjung kesana. Seperti, mantan Wali Kota Solo Pak FX Hadi Rudyatmo,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan umat Katolik setempat untuk mengembangkan potensi wisata religi di Gua Maria. Salah satu terobosannya adalah melaksanakan ibadah secara rutin dan berkala yang mendatangkan banyak umat.<\/p>\n<p>Dirinya menambahkan bahwa Gua Maria memiliki cerita inspiratif di balik pembuatannya. Menurutnya, pendeta yang membangun gua tersebut bermimpi untuk membuat tempat ibadah di sana.<\/p>\n<p>\u201cAda ceritanya juga katanya salah satu pendeta\u00a0 bermimpi untuk disuruh membuat gua tersebut. Jadi memang ada historisnya,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Tri Joko berharap bahwa dengan adanya dua destinasi wisata baru tersebut, masyarakat Maluhu bisa mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayahnya dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah dua kali buat event di Waduk Sumberejo. Pertama lomba mancing yang luar biasa meriahnya. Terus yang kedua event bola voli. Kami ingin menunjukkan bahwa Maluhu punya potensi wisata yang bisa dikembangkan,\u201d terang Tri Joko. ADV\/DiskominfoKukar\/Pia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai Kartanegara,Solidaritas &#8211; Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ternyata memiliki potensi pariwisata alam yang cukup menakjubkan, dengan dua destinasi wisata yang sangat menarik, yaitu Waduk Sumberejo dan Gua Maria, yang saat ini terus dibenahi dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan daya tariknya, sehingga dapat menarik wisatawan dari luar Kecamatan Maluhu dan menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5979,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-6008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutai-kartanegara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6008"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6008\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6009,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6008\/revisions\/6009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}