{"id":4905,"date":"2025-04-08T12:15:48","date_gmt":"2025-04-08T11:15:48","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=4905"},"modified":"2025-04-09T05:37:40","modified_gmt":"2025-04-09T04:37:40","slug":"lihat-pasien-membludak-gubernur-kaltim-cek-ac-ruangan-poli-rawat-jalan-rsu-aw-syahranie","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/04\/08\/lihat-pasien-membludak-gubernur-kaltim-cek-ac-ruangan-poli-rawat-jalan-rsu-aw-syahranie\/","title":{"rendered":"Lihat Pasien Membludak, Gubernur Kaltim Cek AC Ruangan Poli Rawat Jalan RSU AW Syahranie"},"content":{"rendered":"<p><strong>Samarinda, Solidaritas-<\/strong>Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas&#8217;ud melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum (RSU) AW Syahranie Samarinda , Gubernur Kaltim terkejut di hari pertama masuk kerja ada ribuan pasien yang sudah mengantri di pelayanan poli rawat jalan\u00a0 RSU, \u00a0Gubernur pun terkejut dengan suhu ruangan yang panas padahal sudah dilengkapi pendingin ruangan.<\/p>\n<p>Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas&#8217;ud langsung mendatangi pendingin ruangan atau ac portebel yang berada diruang pelayanan poli rawat jalan rumah sakit umum AW Syahranie , gubernur langsung membenarkan posisi pengatur suhu yang tidak terarah kepada para pengunjung poli rawat jalan RSU, gubernur juga memastikan bahwa ac masih berfungsi dengan normal.<\/p>\n<p>Gubernur juga mengaku prihatin dengan kondisi ruang pelayanan yang sudah tidak mampu menampung \u00a0ribuan jumlah pasien yang datang sejak pagi, bahkan sejumlah pasien mengantri menggunakan brankar atau ranjang dorong.<\/p>\n<p>Tidak hanya melihat ruang tunggu pasien , gubernur kaltim juga mengunjungi ruang pelayanan di RSU AWS Syahranie.<\/p>\n<p>Nurliana Noor wakil direktur rumah sakit umum AW \u00a0Syahranie mengatakan bahwa pelayanan poli rawat jalan terhadap para pasien memang baru dimulai pada selasa (8\/7\/2025), akibatnya banyak para pasien yang memanfaatkan hari pertama masuk pelayanan untuk melakukan pemeriksaan .<\/p>\n<p>\u201c Untuk rawat jalan itu mendekati 1000 bahkan 1400, dan itu bukan hanya pasien tetapi juga layanan dari rumah sakit lain yang membutuhkan layanan penunjang di poli pelayanan, \u00a0untuk poliklinik lebih banyak rujukan walaupun demikian pasien umum untuk konsul dipoli juga banyak, \u201c kata Nuliana.<\/p>\n<p>Sementara itu Gubernur Kaltim Rudi Mas&#8217;ud yang sempat berdialog dengan pasien mengaku mendapatkan ruang pelayanan yang panas dan sempit , gubernur mengaku bahwa saat ini pemprov Kaltim juga telah membangun ruang pelayanan baru dirumah sakit umum AW Syahranie .<\/p>\n<p>\u201cBeberapa fasilitas fasilitas yang memang diharapkan untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengharapkan pelayanan kesehatan, \u00a0salah satunya adalah condisioner sirkulasi, macam macam mungkin menjadi PR kami dan segera kita benahi agar ruangan tidak terlalu panas karena yang menunggu kapasitas sudah over kapasiti jadi ruanganya hanya kapasitas\u00a0 400 tapi didalam lebih dari 1000, itu yang akan kita pikirkan semakin lama semakin banyak masyarakat kita yang mendambakan pelayanan kesehatan,\u201d kata Rudi Mas\u2019ud.<\/p>\n<p>Pemprov Kaltim berjanji akan segera melakukan pembenahan fasilitas serta merumuskan strategi jangka panjang dalam penguatan layanan kesehatan berbasis mutu dan daya tampung .<\/p>\n<p>Pemprov Kaltim juga akan menyiapkan gedung pandurata untuk pelayanan medis bagi masyarakat Kaltim . Red<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Samarinda, Solidaritas-Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas&#8217;ud melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum (RSU) AW Syahranie Samarinda , Gubernur Kaltim terkejut di hari pertama masuk kerja ada ribuan pasien yang sudah mengantri di pelayanan poli rawat jalan\u00a0 RSU, \u00a0Gubernur pun terkejut dengan suhu ruangan yang panas padahal sudah dilengkapi pendingin ruangan. Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas&#8217;ud [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4907,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4905"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4911,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4905\/revisions\/4911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}