{"id":4498,"date":"2025-02-27T15:41:03","date_gmt":"2025-02-27T15:41:03","guid":{"rendered":"https:\/\/solidaritas.news\/?p=4498"},"modified":"2025-03-09T15:44:09","modified_gmt":"2025-03-09T15:44:09","slug":"upaya-peningkatan-produktifitas-petani-melalui-rembuk-tani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/2025\/02\/27\/upaya-peningkatan-produktifitas-petani-melalui-rembuk-tani\/","title":{"rendered":"Upaya Peningkatan Produktifitas Petani melalui Rembuk tani"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kutai kartanegara,Solidaritas &#8211; <\/strong>Upaya untuk peningkatan produktifitas petani dan juga mendukung langkah pemerintah Kabupaten Kutai Kartaneagara agar Kuta Kartanegara bisa berswasembada pangan, Pemerintah Kecamatan Anggana mengadakan Rembuk tani.<\/p>\n<p>Rembuk Tani bukan hanya sebuah pertemuan biasa, tetapi merupakan sebuah wadah strategis untuk memperkuat sektor pertanian di Indonesia.<\/p>\n<p>Melalui dialog yang konstruktif dan kolaboratif antara petani, pemerintah, serta sektor swasta, berbagai masalah pertanian dapat diselesaikan dengan lebih efektif. Selain itu, manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani menjadi salah satu alasan mengapa Rembuk Tani sangat penting bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan begitu, Rembuk Tani bukan hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk memastikan pertanian Indonesia tetap maju dan mampu bersaing di tengah tantangan global.<\/p>\n<p>Camat Anggana Rendra Abadi saat membuka Rembuk Tani didesa Sidomulyo Kamis (27\/2\/2025) mengatakan bahwa melalui Rembuk tani pemerintah Kecamatan ingin menegaskan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan penyuluh pertanian dalam meningkatkan hasil panen.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini bukan hanya sebagai simbol keberhasilan panen, tetapi juga sebagai wadah diskusi bagi para petani untuk menyampaikan kendala dan mencari solusi terbaik bersama,\u201d kata Rendra Abadi.<\/p>\n<p>Berbagai permasalah dan tantangan yang dihadapi para petani di Kecamatan Anggana harus sudah ada jalan keluar, seperti keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), sistem pengairan yang belum optimal, serta harga gabah yang fluktuatif di pasaran.<\/p>\n<p>\u201cKendala seperti keterbatasan alsintan harus segera diatasi agar efektivitas produksi tetap terjaga. Pemerintah Kecamatan Anggana akan berusaha menjembatani kebutuhan ini melalui koordinasi dengan dinas terkait,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dari itu melalui Rembuk tani, Rendra mengajak para petani untuk terus berinovasi agar produksi pertanian meningkat.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini panen masih dilakukan dua kali dalam setahun, namun kita akan mendorong agar bisa mencapai tiga kali panen dalam setahun dengan sistem pertanian yang lebih efektif,\u201d tegas Rendra.<\/p>\n<p>Selait itu Rendra memberikan apresiasi kepada para pendamping petani yang telah berhasil membawa para petani sukses menggelar panen raya dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Kukar khususnya di Kecamatan Anggana.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan adanya Panen Raya dan Rembuk Tani ini, diharapkan petani mendapatkan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan pertanian, sehingga produksi dan kesejahteraan petani di Desa Sidomulyo terus meningkat,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Acara ini Rembuk desa selain dihadiri Camat Anggana Rendra Abadi, juga hadir Kapolsek Anggana AKP Akhmad Wira Taryudi beserta Bhabinkamtibmas dan anggota, Babinsa Desa Sidomulyo, Kasi Kesra Kecamatan Anggana, Kepala Desa Sidomulyo, Ketua Gapoktan Desa Sidomulyo, BPP Anggana, serta para petani setempat. ADV\/Diskominfo Kukar\/Sup<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kutai kartanegara,Solidaritas &#8211; Upaya untuk peningkatan produktifitas petani dan juga mendukung langkah pemerintah Kabupaten Kutai Kartaneagara agar Kuta Kartanegara bisa berswasembada pangan, Pemerintah Kecamatan Anggana mengadakan Rembuk tani. Rembuk Tani bukan hanya sebuah pertemuan biasa, tetapi merupakan sebuah wadah strategis untuk memperkuat sektor pertanian di Indonesia. Melalui dialog yang konstruktif dan kolaboratif antara petani, pemerintah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"class_list":["post-4498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kutai-kartanegara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4500,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4498\/revisions\/4500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solidaritas.news\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}